Gedung Pusat Perfilman Akan segera Hadir di DIY

bioskop-permata-jogja via krjogja
bioskop-permata-jogja via krjogja

Yogyakarta sebagai kota budaya dan seni memiliki berbagai produk kesenian. Selain itu, Yogyakarta juga memiliki beberapa bangunan yang difungsikan untuk mengembangkan produk seni tersebut. Selain Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Yogyakarta juga memiliki gedung-gedung bioskop yang tersebar di berbagai sudut Kota Yogayakarta. Sejarah mencatat, beberapa bioskop pernah berdiri dan tenar dalam massanya.  Film yang ditayangkan pun beragam, mulai dari film bisu hingga saat ini film dengan teknologi modern. Perkembangan dunia perfilman di Indonesia semakin maju. Beberapa gedung bioskop tersebut  pelan-pelan tergerus oleh waktu. Sedikit sekali yang selamat dan bisa bertahan, sebagian besar mati.

Salah satu gedung bioskop di Jogja yang dulu cukup digemari adalah Bioskop Permata. Menempati salah satu tanah asset milik Pura Pakualaman, gedung tua yang termasuk ke dalam warisan cagar budaya tersebut masih dapat dilihat hingga saat ini. Bagi pengguna jalan yang melintas di Jalan Sultan Agung, Yogyakarta, pasti pernah melihat bagunan ini dari sisi luar. Letaknya yang pas berada di pinggir jalan, sangat mencolok karena bentuk bangunannya yang khas.



Dilansir dari krjogja, akhir tahun 2018 ini, gedung eks Bioskop Permata ini mengalami pemugaran. Pemugaran dilakukan oleh Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan DIY. Rencananya, bangunan ini nantinya akan dijadikan Pusat Perfilman di DIY. Budi Wibowo selaku Plt kepala Dinas Kebudayaan menyampaikan, gedung eks  Bioskop Permata ini masuk dalam salah satu bangunan warisan cagar budaya  dan merupakan asset dari Pura Pakualaman. Saat ini, gedung tersebut sedang dalam proses pemugaran secara fisik baik dari luar dan dalam.

Mengingat gedung ini merupakan warisan budaya, maka proses pemugarannya pun menyesuaikan kaidah cagar budaya yang ada. Budi menjelaskan, bangunan cagar budaya tidak boleh diruntuhkan semuanya. Sehingga pihaknya cukup berhati-hati ketika melakukan pemugaran gedung ini. Disamping bangunan aslinya harus tetap dipertahankan, beberapa hal yang harus diperhatikan saat memugar gedung cagar budaya antara lain, bahan yang digunakan, teknologi, dan lingkungan.

Saat ini, Detail Engineering Design  (DED) pemugaran gedung eks Bioskop Permata sudah jadi. Pembangunan fisiknya pun juga sudah dimulai. Namun terkait penggunaan gedung ini selanjutnya untuk apa masih perlu kajian lebih lanjut.  Dari pihak Pura Pakualaman sendiri sudah memberikan arahan agar gedung eks Bioskop Permata ini dijadikan pusat perfilman DIY. (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply