Lava Bantal Raih Penghargaan Wisata Baru Terpopuler 2018

Lava-Bantal via krjogja
Lava-Bantal via krjogja

Obyek wisata geoheritage, Lava Bantal baru-baru ini menerima penghargaan dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) sebagai tujuan wisata baru terpopuler. Setelah tahun lalu, Tebing Breksi juga memperoleh penghargaan serupa. Berlokasi di Kecamatan Brebah, Kabupaten Sleman, kawasan wisata purba ini berada di peringkat kedua, dibawah Kampung Terih, Batam, Kepulauan Riau dan di atas Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat yang berada di urutan ketiga. Penghargaan ini diberikan kepada Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, dalam gelaran malam API 2018 di Jakarta pada Kamis (22/11/2018) lalu.

Sebelum akhirnya mendapatkan gelar tujuan wisata terpopuler 2018, Lava Bantal harus ‘berkompetisi’ dengan beberapa destinasi wisata lain, seperti Bukit Jamur (Gresik), Geopark Ciletuh (Sukabumi), Gampong Nusa (Aceh Besar), Kampung Terih (Batam, Riau), Pulau Labengki (Konawe Utara), Teluk Jering (Kampar), Pulau Baer (Tual), Pulai Cinta (Boalemo), serta Umbul Ponggok (Klaten). Kesepuluh destinasi ini kemudian dinilai oleh masyarakat menggunakan sistem pemungutan suara atau voting, dari tanggal 1 Juni 2018 hingga 31 Oktober 2018. Dari serangkaian proses ini, kemudian ditetapkan Lawa Bantal memperoleh peringkat kedua.



Dilansir dari krjogja, menurut Sudarningsih, penghargaan ini menjadi PR bersama untuk melakukan berbagai kerjasama dalam rangka pembenahan dan pengembangan obyek wisata ini kedepannya. Ia juga menyampaikan, saat ini pihaknya sudah memiliki master plan untuk mengembangkan kawasan wisata geo heritage tersebut. Salah satunya akan dibuat paket wisata dengan menggabungkan beberapa destinasi wisata yang berada di satu wilayah dengan Lava Bantal, seperti Candi Abang, dan Goa Sentono.

Lava Bantal sendiri merupakan satu dari sembilan kawasan geoheritage yang berada di Yogyakarta. Dinamakan Lava bantal karena bentuk batu-batunya seperti bantal. Hal ini dikarenakan pada saat proses terbentuknya dulu, batuan Lava Bantal ini merupakan lava pijar gunung berapi yang langsung bersentuhan dengan air laut. Pertembuan antara lava pijar dengan air laut ini kemudian membentuk geometri seperti tumpukkan bantal. Konon, terbentuknya Lava Bantal ini erat kaitannya dengan proses terbentuknya Pulau Jawa dan sekitarnya. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply