Festival Kangen Kitiran, Upaya Sederhana Lestarikan Permainan Tradisional

Kenalkan permainan tradisional warga gunungkidul gelar festival kangen kitiran via tribun
Kenalkan permainan tradisional warga gunungkidul gelar festival kangen kitiran via tribun

Bicara tentang event kekinian, saat ini para kreator dalam dunia wisata mau tidak mau harus lebih kreatif. Harus bisa menembak sisi-sisi tradisional namun tetap keren ketika diunggah di media sosial. Terlebih saat ini, generasi milenial tidak bisa lepas dari yang namanya gawai. Akun media sosial pun tidak cukup hanya satu. Like, comment, menjadi satu hal yang diburu.

Maka tidak heran kalau saat ini, acara-acara bertajuk festival sering kali diselenggarakan di Yogyakarta. Mulai dari festival kuliner, festival jajanan tradisional, sampai-sampai baru-baru ini di Dusun Sambirejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, digelar Festival Kangen Kitiran. Heri Sulistyo selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan ini selain bertujuan untuk klangenan dengan permainan tradisional, juga dalam rangka mengenalkan mainan murah meriah ini kepada anak-anak dan remaja. Terlebih di era gawai seperti sekarang ini, ketika anak dibawah umur 5 tahun sudah terlebih dahulu mengenal smartphone dibandingkan dengan permainan-permainan tradisional.



Hal ini kemudian dikaitkan dengan fisolofi kitiran atau kincir angin sebagai symbol kesehatan mental anak. Ia mengharapkan, para orang tua lebih peduli untuk mengenalkan permainan tradisional disamping juga permainan modern dan gawai.

Mengangkat tema mlaku mubeng lan migunani yang difilosofikan bahwa hidup harus selalu berputar dan bergerak dan setiap manusia haru sadar bahwa roda kehidupan terus berputar, sehingga harus terus menjadi pribadi yang bermanfaat. Hal ini sama dengan kitiran yang  cara memainkannya adalah diarahkan ke angin agar terus bergerak dan berputar.

Persiapan Festival Kangen Kitiran ini dibantu oleh para warga. Terhitung sejak mulai disiapkan, festival ini akan digelar selama 14 hari hingga tanggal 30 November 2018 mendatang. Tidak kurang dari 10.000 kitiran dengan warna orange cerah telah terpasang dan siap dinikmati oleh para pengujung. Tidak hanya dari kalangan anak-anak dan remaja saja yang hadir, banyak pula orang-orang tua yang hadir untuk sekedar bernostalgia maupun mencoba untuk mengenalkan permainan tradisional ini kepada anak-anaknya.

Tertarik untuk melihat langsung 10.000 kitiran berputar? Jangan lupa sekalian mampir di taman bunga Amarilis yang sudah mulai bermekaran di Pathuk Gunungkidul ya! (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply