Berkunjung Ke Lombok? Jangan Pulang Sebelum Cicipi Gurih Pedas Sate Pusut

Sate-Pusut-Lombok
Sate-Pusut-Lombok

Satu hal yang wajib dilakukan ketika berkunjung ke satu daerah baru adalah mencicipi makanan khasnya. Apalagi kalau tidak tahu entah kapan lagi bisa berkunjung ke tempat tersebut suatu saat. Terlebih di Indonesia, hampir setiap daerah memiliki makanan khas yang berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. Lombok misalnya, satu daerah yang terkenal dengan kuliner pedasnya ini, memiliki beragam kuliner khas yang wajib dicoba ketika berkunjung.

Selain nasi balap, ada satu kuliner khas yang wajib banget dicoba. Terlebih bagi anda yang mengaku pecinta sate. Sate Pusut, begitulah namanya. Berbeda dengan sate lain yang biasanya ditusuk menggunakan tusuk sate yang kecil dan panjang, sate pusut ditusuk menggunakan bambu yang dibelah pipih dengan lebar 0.5 cm.



Meskipun namanya sate, kuliner ini tidak hanya sekedar daging tusuk yang dibakar saja. Berbahan dasar utama daging, bisa berupa daging sapi, ayam atau ikan yang dihaluskan, kemudian ditambahkan dengan parutan kelapa dan bumbu khas. Parutan kelapa ini nantinya akan memberikan sensasi rasa khas berupa gurih dengan tekstur unik.

Cara pembuatannya pun terbilang unik, apabila sate lain bahan utamanya hanya ditusuk, saat pembuatan Sate Pusut, adonan daging yang sudah jadi,  dililit-lilitkan ke bambu pipih yang telah disiapkan.  Bagi yang belum terbiasa, akan kesulitan pada bagian pembuatan.  Selanjutnya, baru dibakar diatas bara api, atau bisa juga dipanggang. Warna adonan yang awalnya cenderung putih perlahan akan berubah menjadi sedikit kecoklatan.

Sama halnya seperti Sate Rembiga, Sate Pusut biasanya juga disajikan dengan lontong khas Lombok. Dikatakan khas Lombok karena bentuknya yang tidak seperti lontong kebanyakan. Lontong di Lombok memiliki bentuk seperti cone es krim. Ukurannya pun kecil-kecil, hanya untuk satu atau dua kali suapan. Jadi untuk satu satu kali makan, biasanya disajikan 3-4 lontong dalam satu porsi Sate Pusut. Satu porsi berisi 5 tusuk Sate Pusut biasanya dibandrol mulai dari Rp 20.000-Rp 25.000. Ini belum termasuk lontong Rp 2.000 per buah (biasanya dijual per paket, satu paket berisi 3-4 buah lontong)

Mencari resto atau warung yang menyediakan Sate Pusut sangatlah mudah. Datang saja ke restoran yang menyediakan menu khas Lombok. Biasanya banyak resto seperti ini di wilayah Mataram. Dapat dipastikan ada Sate Pusut di salah satu daftar menu yang disediakan. Untuk lebih puas, jangan lupa pesan ‘saudaranya’, yakni Sate Rembiga dan Sate Bulayak. Keduanya juga kuliner khas Lombok yang sayang untuk dilewatkan. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply