Melihat Rumah Berlantai Kotoran Kerbau di Sasak Village Lombok

Desa Adat Sade di Lombok NTB
Desa Adat Sade di Lombok NTB

Siapa yang tidak tahu Dusun Sade. Sebuah dusun yang merupakan salah satu ikon pariwisata tradisional di Lombok. Lokasinya yang pas dipinggir jalan besar, dengan bangunan yang khas, membuat siapapun yang tidak sengaja lewat, pasti akan menyempatkan diri untuk berkunjung.

Terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Sade menawarkan wisata tradisional yang masih tetap mempertahankan adat Sasak. Meski letaknya tepat dipinggir jalan raya, Dusun Sade masih mempertahankan ciri khas tradisional dengan jalan yang masih tetap tanah. Selain itu, rumah-rumah di dusun ini juga masih menggunakan bahan-bahan tradisional seperti rumbia sebagai atap, pohon bambu sebagai kuda-kuda tanpa paku, dinding rumah anyaman bambu, dengan lantai masih berupa tanah.



Orang Sasak yang tinggal di Sade menyebut bangunan-bangunan tersebut dengan nama ‘Bale’ atau apabila diartikan dalam bahasa Indonesia, artinya rumah. Begitu memasuki Dusun Sade, pengunjung akan langsung disambut oleh para ‘pemandu wisata’. Mereka ini nantinya akan mengantarkan rombongan berkeliling, dan menjelaskan filosofi-filosofi di dusun adat ini.

Desa Adat Sade di Lombok NTB
Desa Adat Sade di Lombok NTB

Ada beberapa jenis bale disini, antara lain Bale Tani, Jajar Sekenam, Beleq, Berugag, Bencingah, Tajuk, dan Bonter. Ada satu bale yang menarik perhatian di dusun ini. Satu bale setiap dua kali dalam satu pekan, akan dipoles menggunakan kotoran kerbau sebagai bahan pengganti semen. Konon, dulu sebelum ada semen, masyarakat disini, menggunakan kotoran kerbau sebagai media untuk membersihkan lantai rumah. Namun kini, sebagian besar sudah beralih menggunakan semen, sebagai bahan pengoles lantai.

Meski dioles menggunakan kotoran, bau dari kotoran kerbau ini tidak terlalu menyengat. Meski tetap ada bau khas yang dihasilkan. Konon, menurut kepercayaan masyarakat setempat, kotoran kerbau dapat membuat hawa yang lebih hangat, serta mengusir nyamuk. Selain keunikan cara membersihkan, rumah adat disini juga memiliki keunikan khusus, yakni pintu masuk yang didesain lebih rendah dari ukuran tinggi manusia pada umumnya, sehingga ketika masuk ke dalam rumah, orang akan reflek menunduk. Hal ini dianggap sebagai bentuk hormat kepada pemilik rumah.

Desa Adat Sade Lombok
Desa Adat Sade Lombok

Selain rumah adat, pengunjung juga disuguhi dengan aneka jenis produk kain songket dan tenun khas Lombok. Sama halnya seperti di Desa Sukarare, disini sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai pembuat dan penjual kain songket dan tenun. Harga yang ditawarkan beragam, mulai dari Rp 50.000, hingga ratusan ribu rupiah. Tapi tenang, harga ini masih bisa dinego lagi. Selama masih bisa balik modal, penjual tidak segan-segan memberikan diskon menarik, terlebih kalau membeli cukup banyak.

Berkeliling Dusun Sade, jangan lupa berfoto di bawah pohon cinta, sebuah pohon yang konon tertua ditempat ini. Sebenarnya sudah tinggal batang dan rantingnya saja. Namun oleh masyarakat setempat di cor bagian bawahnya agar tetap berdiri kokoh. Disebut pohon cinta karena konon dulu sebelum masanya smartphone para muda mudi di dusun ini sering menjadikan pohon ini sebagai patokan ketika akan bertemu.

Berkunjung ke Sade, wisatawan tidak ditarik biaya khusus. Hanya diminta untuk mengisi kotak sukarela serta mengisi buku tamu. Sedang bagi pemandu wisata lokal, pengunjung dipersilakan untuk memberikan uang tip seikhlasnya. Tidak ada patokan khusus.

Usai berkunjung ke Sade, apabila masih ada waktu, ada baiknya sekaligus berkunjung ke Pantai Kuta Mandalika. Letaknya tidak jauh dari Sade. Dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit menggunakan mobil atau motor. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply