UGM Buka Program Studi Baru S1 Teknik Infrastruktur Lingkungan

UGM-buka-Prodi_baru_Teknik_infrastruktur_lingkungan
UGM-buka-Prodi_baru_Teknik_infrastruktur_lingkungan

Tahun ajaran baru depan, Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana akan membuka program studi (prodi) baru jenjang strata 1 (satu) Teknik Infrastruktur Lingkungan. Dibawah koordinasi Fakultas Teknik UGM, rencananya prodi baru ini direncanakan akan mulai menerima mahasiswa baru mulai tahun akademik 2019/2020, sekitar Juli-Agustus 2019 mendatang.

Dikutip dari laman UGM, Ketua Pembentukan Prodik Teknik Infrastruktur Lingkungan, Budi Kamulyan mengungkapkan, “Kehadiran prodi ini diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang kompeten dan professional dalam bidang pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.”

Budi mengungkapkan, salah satu alasan dibentuknya prodi S1 Teknik Infrastruktur Lingkungan ini adalah karena adanya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan professional namun tetap berorientasi terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini senada dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Sehingga diharapkan dapat mendukung kebijakan 100-0-100 tahun 2019 yang menyasar tujuan antara untuk dalam rangka mengejar  goal SDGs tahun 2030.

Menurut Budi, prodi S1 teknik Infrastruktur Lingkungan ini berbeda dengan Teknik Lingkungan pada umumnya. Prodi baru ini kedepannya akan lebih berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam lingkup air limbah, drainase perkotaan, sampah, hingga air minum.

Kedepannya, prodi baru tersebut akan dikembangkan menggunakan pendekatan problem solver guna menanggulangi masalah sanitasi dan lingkungan seperti limbah, drainase, pemenuhan kebutuhan air bersih, pengelolaan pencemaran air, hingga pengelolaan kuantitas serta kualitas air dari mata air.  Saat ini, proses pembentukan prodi baru masih dalam proses pengajuan proposal ke senat fakultas. Besar harapan, tahun 2019 mendatang, prodi ini sudah dibuka dan mulai bisa menerima mahasiswa baru.

Rina Agustin Indriani selaku Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Utama Direktorat Jenderal Cipta Karya PUPR yang hadir dalam Forum Group Discussion (FGD) pembentukan prodi baru tersebut menyampaikan tanggapan positif terkait rencana ini. Menurutnya, selama ini pengolahan air minum dan sampah masih terbatas pada pengolahan agar tidak mencemari. Sehingga terobosan ini selangkah lebih maju. Mengingat saat ini sistem pengolahan air limbah baru tersedia di 13 kota di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, DIY dan Medan. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply