26.200 cup kopi Gratis Dibagikan dalam Malioboro Night Coffee Festival

Malioboro-Night-coffee-festival via star jogja
Malioboro-Night-coffee-festival via star jogja

Malam tadi (2/10/2018), ribuan orang padati pedestrian Malioboro. Mereka berkumpul di sisi timur untuk menikmati kopi gratis yang disiapkan untuk acara ‘Malioboro  Night Coffee Festival’. Mengangkat tema ‘Merajut Kopi Nusantara’, setidaknya sebanyak 1,5 ton biji kopi disediakan untuk memeriahkan acara tersebut. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 900 kilogram.

Kegiatan ini merupakan kali kedua diselenggarakan. Tahun kemarin, pada tanggal yang sama Malioboro Night Coffee Festival juga diselenggarakan dalam rangka memperingati International Coffee Day. Tahun ini selain untuk memperingati hari kopi internasional yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional (2 Oktober), serta menyambut hari jadi Kota Yogyakarta yang ke-262.



Dikemas mirip seperti event Prawiro Coffee Festival yang telah berlangsung pertengahan bulan Agustus lalu, panitia juga melibatkan beberapa seniman untuk berkolaborasi memeriahkan suasana sebagai pengisi acara. Beberapa hiburan yang disuguhkan untuk para pengunjung salah satunya cartoon art. Meski dimulai cukup malam, yakni pukul 22.00 WIB dan berakhir pada pukul 06.00 WIB, hal ini tidak mengurangi antusiasme para pecinta kopi untuk menikmati seduhan hangat dari para barista. Tahun lalu saja, puncak keramaian pengunjung justru pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Anggi Dita selaku ketua panitia Malioboro Night Coffee Festival menyampaikan, gelaran kali ini melibatkan tidak kurang dari 100 perwakilan penggiat kopi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Bukan hanya dari Yogyakarta, namun juga Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan hingga Sumatera. Masing-masing membawa kopi terbaiknya. Peserta tidak hanya para penggiat usaha berbasis seduhan kopi, namun juga melibatkan para petani, hingga industri kopi nusantara. Pada akhir acara, pengunjung kembali dijamu dengan soto sebagai menu sarapan bersama.

Disamping pesta kopi, dalam event ini juga dilakukan penggalangan donasi bagi korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kedepannya, acara yang berlangsung semalam suntuk ini nantinya akan dikloning di berbagai daerah. Seperti di Jakarta, Bandung, Banyuwangi, Temanggung, dan Lampung. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply