Fakultas Peternakan UGM Gelar Pelatihan Cara Penyembelihan Hewan Kurban

UGM-gelar-pelatihan-menyembelih-hewan-kurnan-secara-syar'i

Tidak kurang 500 takmir masjid se-DIY Jateng mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban secara Syar’i dan Higienis. Bertempat di Auditorium Fakultas Peternakan UGM, selama 2 hari dari tanggal 14-15 Agustus 2018, para takmir tersebut mengikuti training yang diisi langsung oleh Direktur Halal Center Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono.

Dalam kesempatan tersebut, Nanung menyampaikan materi tentang cara menyembelih hewan kurban dengan benar. Misalnya, saat proses penyembelihan hewan kurban baiknya dihadapkan ke kiblat dengan posisi kepala di selatan dan keempat kaki disebelah barat. Hal lain yang harus diperhatikan adalah, kaki dari hewan kurban harus sudah terikat dengan kuat.



Saat penyembelihan, membaca basmallah, takbir, sholawat, dan doa khusus. Hal paling penting adalah, saat menyembelih, pastikan tiga saluran leher terpotong dengan baik, yakni saluran napas (kerongkongan), pembuluh darah (arteri karotis dan vena jugularis), serta saluran makan (tenggorokan). Apabila ketiganya belum putus sempurna, segera disempurnakan. Bukan diulangi.

Ia juga menekankan bahwa dalam memotong hewan kurban, pastikan hewan benar-benar sudah mati setelah prosesi penyembelihan. Sebelum dipastikan mati, jangan menusuk jantung, menguliti, memotong ekor, atau memotong kakinya. Apabila belum benar-benar mati sudah dikuliti, ditusuk jantung, bahkan dipotong kaki, ini perbuatan menyiksa. Daging kurbannya juga haram karena dipotong dari hewan yang masih hidup.

Setelah disembelih dan hewan dipastikan sudah benar-benar mati, Nanung menyarankan untuk menggantung hewan dengan posisi kaki belakangnya diikat dan digantung. Usai itu, periksa kondisi organ dalam hewan. Ia meminta masyarakat untuk hati-hati bila terdapat hal yang tidak wajar pada organ bagian dalam. Apabila terdapat keanehan, lebih baik hubungi ahli kesehatan ternak.

“Jangan memotong-motong daging sambil merokok karena daging yang baru diiris sangat peka terhadap bau,” pesannya, seperti yang dikutip dari ugm.ac.id. Nanung juga berpesan, untuk pencucian jeroan sebisa mungkin hindari pencucian di sungai. Terlebih di daerah kota, dimana sungai-sungai sudah banyak yang tercemar limbah-limbah, baik itu dari rumah sakit, atau bahan kimia yang lainnya.

Bukan hanya tata cara penyembelihan, dalam kesempatan terebut, Nanung juga berbagi tips bagaimana menyimpan daging kurban.  Sebelum daging kurban dimasukkan freezer, sebaiknya daging dipotong-potong kecil, tidak perlu dicuci, sebab pencucian akan menyebabkan daging tercemar kuman dari air. Tidak lupa, Ia juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan plastik berwarna putih untuk pendistribusian daging kurban.

Pelatihan penyembelihan hewan kurban ini sudah beberapa kali diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan UGM. Terhitung, tahun ini sudah empat kali terselenggara. Selain Fakultas Peternakan UGM, Fakultas Kedokteran Hewan UGM juga menyelenggarakan kegiatan serupa. Dalam kesempatan ini, para peserta tidak hanya diberikan materi dan berdiskusi saja, namun juga diajak mempraktekkan langsung . Mulai dari cara memilih, memotong, hingga menyembelih hewan kurban dengan cara yang syar’i. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply