Tujuh Lembaga dari Malaysia Pelajari Tata Kelola Madrasah Mu’alimin Yogyakarta

madrasah-muallimin-muhammadiyah-yogyakarta (Via Republika)
madrasah-muallimin-muhammadiyah-yogyakarta (Via Republika)

Belum lama ini, tujuh lembaga dari Negeri Jiran Malaysia berkunjung ke Indonesia, tepatnya Yogyakarta. Bukan sekedar untuk kunjungan wisata, namun maksud kedetangan mereka adalah untuk belajar lebih cermat tentang pengelolaan Madrasah Mu’alimin milik Muhammadiyah.  Selain itu, mereka juga melakukan diskusi untuk belajar ilmu pengkaderan Muhammadiyah melalui dunia pendidikan, khususnya di Mu’alimin.

Tujuan tersebut disampaikan oleh Aly Aulia selaku Direktur Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah.  Tujuh lembaga tersebut antara lain WADAH, SERI, ABIM, PKPIM, YTP, SEMI, dan YTP. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 12-14 Agustus 2018 ini dipimpin langsung oleh Presiden WADAH Datuk Haji Ahmad Azam Bin Ab Rahman. Bertempat di Graha Suara Muhammadiyah, sebanyak 22 orang peserta rombongan datang dan disambut oleh Aly Aulia selaku Direktur Mu’allimin-Mu’allimat didampingi Agung  Danarto selaku Sekertaris PP Muhammadiyah.



Beberapa hal tentang Mu’allimin disampaikan oleh Aly dihadapan para peserta. Mulai dari sejarah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan sekolah kader yang secara struktural dibawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hingga kiprah madrasah ini yang menurut keterangannya sudah dirasakan oleh banyak pihak. Bukan hanya warga pesyarikatan saja, namun juga masyarakat Indoensia pada umumnya.

Menurut Aly, dilihat dari usia Madrasah yang tahun ini sudah mencapai 100 tahun atau satu abad, tentu kiprah dari para siswa serta alumni Mua’allimin ini sudah melintasi zaman. Sudah banyak hal yang coba dan terus dipersembahkan untuk kemajuan Indonesia umumnya, dan Muhammadiyah khususnya.

Aly menambahkan, selama 100 tahun ini Muhammadiyah tentu tidak bekerja sendiri. Perluasan jaringan dengan sesama lembaga Muhammadiyah maupun yang non Muhammadiyah  masih terus dilaksanakan. Saat ini, peningkatan serta perluasan jaringan ini dilakukan pula dengan berbagai pihak, tidak hanya dalam negeri, namun juga luar negeri.

Selama 3 hari kunjungan, tujuh lembaga dari Malaysia ini melakukan berbagai kegiatan.  Mulai dari roundtable meeting hingga penandatanganan kontrak kerjasama  kedua belah pihak.  Kedepannya, akan dilakukan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, serta pertukaran pelajar antar dua Negara. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply