93 Hafidz Alquran, Resmi Menjadi Mahasiswa UII

Universitas Islam Indonesia (gomuslim.co.id)
Universitas Islam Indonesia (gomuslim.co.id)

Saat ini, prestasi bukan hanya tentang nilai akademis. Namun keahlian lain seperti dalam bidang olahraga, hingga hafalan Alquran, sudah mulai diperhitungkan dalam menilai prestasi seseorang. Kampus-kampus di Indoensia pun turut serta mendukung hal tersebut. Terbukti, beberapa kampus memberikan poin tambahan kepada mereka yang pernah memenangkan kejuaraan olaharga, juga kepada mereka yang berhasil menghafalkan 30 juz ayat Alquran.

Salah satu kampus yang memberikan apresiasi lebih kepada para penghafal ini ialah Universitas Islam Indonesia (UII). Tahun ini, kampus yang letaknya tidak jauh dari kaki merapi ini menerima 93 hafidz Alquran, dari 5.638 mahasiswa baru yang mereka terima. Jumlah mahasiswa baru ini merupakan orang-orang terpilih dari 26.967 calon mahasiswa yang mendaftar.



Bukan sekedar diterima saja, Imam Djati Widodo selaku wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset menyampaikan bahwa dari 93 penghafal Alquran ini, sebagian diantaranya juga mendapatkan keistimewaan beasiswa pendidikan. Dilansir dari republika.com, Imam mengatakan, “Diharapkan dengan kehadiran para hafidz ini, suasanan keislaman di UII semakin semarak serta tumbuh generasi muda yang cinta Alquran.”

Selain penghafal Alquran, Imam menuturkan, tahun ini kampus islam swasta pertama di Indonesia ini juga menerima mahasiswa baru yang berasal dari luar negeri, yakni Libya, Inggris, Palestina, dan Pakistan. Hal ini dalam rangka mendukung program kampus yang berorientasi pada internasionalisasi pendidikan.  Dilihat dari persebaran mahasiswa yang diterima, menurut keterangan Imam, mahasiswa baru UII tahun ini paling tidak berasal dari 10 provinsi di Indoensia, yakni Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Sumatera Selatan, Riau, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung.

Rektor UII, Fathul Wahid dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada mahasiswa, bahwa waktu 3-4 tahun untuk kuliah adalah waktu yang pendek. Namun bisa menjadi waktu yang panjang untuk disia-siakan. ”Jadilah pembelajar sejati yang pandai mengelola diri,” ujar Fathul.

Ia juga memberikan gambaran kepada para mahasiswa baru bahwa nantinya sebagai mahasiswa UII, mereka sebisa mungkin memiliki beragam kegiatan diluar kegiatan belajar di kelas dan laboratorium. Ada banyak kegiatan yang bisa dipilih, mulai dari bidang olahraga, penelitian, dan masih banyak lagi. Terakhir, Ia menyampaikan tentang pentingnya menyediakan waktu  untuk belajar berorganisasi. (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply