Resensi Buku I Am Sarahza

I am Sarahza
I am Sarahza

Judul               : I Am Sarahza

Penulis             : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Terbit               : April 2018

Halaman          : 370 halaman

Penerbit`          : Republika

 

Tidak berhenti dengan karya fenomenal dan best seller, 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Eropa, dua sejoli ini melanjutkan kisah perjalanan hidup mereka. I Am Sarahza, merupakan kisah nyata perjuangan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra untuk mendapatkan buah hati.

Buku ini menceritakan setiap masa pernikahan yang mereka lalui. Bermula dari pertemuan pertama, Hanum sebagai koas gigi FKG UGM yang ditempa pemerasan oleh pasien di ujung kelulusannya, hingga kehadiran Rangga yang menolongnya sebagai pasien dan pencipta lagu pemenangan Amien Rais dalam Pilpres 2004. Di awal rumah tangga mereka, Hanum diuji ketika Rangga harus melanjutkan sekolah ke Austria, sementara dirinya sedang berada di puncak karier impiannya menjadi presenter TV. Hingga akhirnya memutuskan untuk melakoni hidupnya murni sebagai istri dan menyusul ke Austria.

Di luar negeri, Hanum mengikuti program inseminasi yang ditangani dokter lulusan kampus terkemuka Eropa. Beberapa kali program inseminasi dicoba, namun impian mereka luruh dengan hadirnya haid. Seusai lulus dan kembali ke Indonesia, Hanum dan Rangga kembali mencoba meraih impian memiliki buah hati, kali ini dengan program bayi tabung. Berkali-kali dicoba hingga mengorbankan puluhan juta, waktu, dan rasa sakit yang bertubi-tubi oleh tusukan jarum, namun belum mampu menaklukkan faktor X yang membuat Hanum tidak bisa mengandung secara alami.

Kehadiran buku 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika, serta kesibukan mengisi talkshow dan pembuatan film, menghindarkan Hanum dari rasa sedih bertubi-tubi karena kegagalan itu. Hingga pada program inseminasi di Indonesia, ia harus menjalani operasi pemotongan salah satu tuba falopinya. Pada titik inilah, Rangga mulai kehilangan sosok istrinya. Hanum mulai jauh dari sifat aslinya, posesif, cemburu, hingga pada titik depresi dan mengutuk Tuhan.

Pada titik terendah seorang Hanum, ayah (Amien Rais) dan ibunya hadir mengisi kekosongan cahaya hidupnya. Ibunya yang saat itu terkena Bell Palsy, memaksa Hanum untuk kembali mencoba bayi tabung. Di tengah kepasrahan dirinya, ketakutan berharap yang berujung kecewa pada Tuhan, dan bangkitnya hidup hanya dengan solat dan Alquran, menjadi bukti bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Sarahza, ruh yang setia menunggu di langit, dihantarkan oleh malaikatnya hingga rahim terbuka saat proses melahirkan.

Kelebihan

Buku ini dikemas dalam tiga sudut pandang: Hanum, Rangga, dan Sarahza. Masing-masing menampilkan cerita yang semakin lengkap dan penuh penjiwaan. Hanum sebagai istri yang harus selalu berjuang dalam rasa sakit dan keberaniannya untuk terus mencoba. Rangga sebagai suami, selalu berada dalam tekanan dirinya yang tidak boleh ditujukkan di depan istrinya yang sedang sedih. Dan Sarahza, sosok ruh yang juga turut bercerita tentang pendar-pendar cahayanya yang semakin redup atau bersinar, tergantung pada perjuangan kedua orangtuanya di dunia.

Hanum dan Rangga selalu bisa menampilkan diksi yang indah, namun mudah dipahami. Bahasa dan alur yang digunakan selalu mampu mengaduk-aduk perasaan pembaca. Rasa kesal, bahagia, hingga suasana sedih yang turut membuat pembaca menitikkan air mata.

Kekurangan

Di awal bab, cerita selalu diawali dengan penulisan tempat dan tanggal cerita terjadi. Namun di bab-bab terakhir, tanggal sudah tidak lagi dibubuhkan.

Novel ini mengajarkan tentang janji suci pernikahan, keluarga, dan perjuangan yang dipasrahkan pada keputusan langit. Sangat cocok dibaca oleh pasangan yang belum dikaruniai buah hati, untuk selalu semangat berjuang dan percaya pada ketetapanNya yang terbaik. Selain itu, novel ini juga cocok untuk orang-orang yang sedang berada dalam titik rendah hidupnya, sebagai pengingat dan menghadirkan harapan baru. (AL)

 

Enam kali bayi tabung, empat kali inseminasi, puluhan kali terapi, jutaan doa tak bertepi, berkalang badai depresi, hingga akhirnya satu Sarahza terjadi. Keep the faith within you. -Hanum-

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply