Bersama 9 Perguruan Tinggi, UGM Menggagas Forum Perguruan Tinggi Perbatasan Negara

UGM-Forum-Perguruan-Tinggi Perbatasan-Negara
UGM-Forum-Perguruan-Tinggi Perbatasan-Negara

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama 9 Perguruan Tinggi lain di berbagai daerah menggagas dibentuknya Forum Perguruan Tinggi untuk Perbatasan Negara atau disingkat menjadi FORPERTAS. Pembentukan forum ini dianggap sebagai salah satu bentuk peran perguruan tinggi dalam mengelola batas wilayah negara dan percepatan pembangunan wilayah perbatasan.

Widodo Sigit  Pudjianto selaku Pelaksanan tugas (Plt) Sekertaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan mengungkapkan, bahwa selama ini sebenarnya peran ini sudah mulai dijalankan. Salah satunya dengan UGM yang terlebih dulu mengirim mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) ke berberapa daerah terluar Indonesia. “Namun sekarang kita berikan payung hukum sehingga lebih kuat, tertib, dan bisa bersinergi,” ungkapnya di sela-sela acara pertemuan orang tua mahasiswa baru UGM di Grha Sabha Pramana (GSP) pada Senin (6/08/2018) kemarin.

Dikutip dari laman ugm.ac.id, dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Kementrian Dalam Negeri dengan BNPP serta Kementrian Ristekdikti tentang kerjasama peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan dalam rangka penguatan administrasi pemerintahan dan percepatan pembangunan di perbatasan Negara. Dimana kesepahaman tersebut nantinya akan dijadikan dasar bagi akselerasi pembangunan perbatasan Negara dengan salah satunya melalui kerjasama berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Fopertas. Disamping UGM, beberapa universitas lain yang sudah menyatakan bergabung antara lain, Institus Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Mulawarman, serta beberapa universitas lainnya.

UGM-Forum-Perguruan-Tinggi-Perbatasan -Negara
UGM-Forum-Perguruan-Tinggi-Perbatasan -Negara

Tentang tempat pelaksanaan  penandatanganan nota kesepahaman, sekertaris Jenderal Kementrian Ristekdikti, Ainun Naim mengungkapkan, hal ini diselenggarakan di UGM karena selaras dengan misi UGM yaitu turut memberikan perhatian kepada pembanguan wilayah perbatasan. Pembangunan perbatasan in menurutnya cukup penting karena Kemenristekdikti sendiri juga menjalankan program-program khusus bagi daerah-daerah tersebut. Program tersebut meliputi KKN mahasiswa, pengiriman sarjana fresh graduate ke daerah perbatasan, dan beasiswa bidikmisi. Sehingga arah pembangunan diharapkan tidak melulu berkecimpung dalam aspek fisik saja. Demi mematangkan konsep dan program-program bersama, masing-masing perwakilan dari 10 perguruan tinggi negeri ini melakukan pertemuan dari tanggal 6 sampai 7 Agustus 2018. (Sije)

Be the first to comment

Leave a Reply