Masjid Margoyuwono, Cagar Budaya di Tengah Modernitas Kota

Masjid-Margoyuwono-Keraton-Yogyakarta
Masjid-Margoyuwono-Keraton-Yogyakarta

Berkunjung ke Yogyakarta, membuat siapapun seolah ditarik kembali ke tahun yang lampau. Dimana masih banyak budaya lokal yang terus dilestarikan tanpa tergerus waktu. Bangunan tua ada di berbagai penjuru kota. Bukan hanya sekedar sebagai cagar budaya, namun hingga saat ini masih dapat dirasakan manfaatnya. Misalnya masjid-masjid bersejarah. Mulai dari Masjid Besar Kauman, Masjid Besar Mataram Kota Gede, Masjid Pathok Negoro, hingga masjid-masjid kecil yang usianya tidak kalah tua dibanding masjid-masjid tersebut.

Salah satu masjid ‘kecil’ berstatus cagar budaya yang hingga kini masih dimanfaatkan adalah, Masjid Margoyuwono. Berlokasi tidak jauh dari Alun-alun Kidul (Alkid), masjid yang dikelola oleh Yayasan  Masjid Margoyuwono ini masih aktif digunakan untuk salat limat waktu dan kegiatan keagamaan lainnya. Secara administratif, Masjid Margoyuwono terletak di RT 08, RW 03 Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Atau lebih mudahnya, beralamat di Jalan Langensastran Lor 9 Yogyakarta.



Masjid dengan arsitektur unik dan khas ini dibangun oleh Pawiro Yuwono, seorang pengusaha batik yang sukses. Berdiri sejak tahun 1943, hingga saat ini bangunannya masih terjaga dengan baik. Dalam keterangan prasasti yang tertempel pada dinding masjid, peletakkan batu pertama dilakukan pada tanggal 28 Maulud 1874 TJ (Tahun Jawa) dan diresmikan pada tanggal 29 Agustus 1943.

Masjid Margoyuwono
Masjid Margoyuwono

Jendela dengan bentuk lengkung yang khas menghiasi dinding masjid. Lantai yang digunakan juga masih asli, belum mengalami modernisasi. Bukan hanya jendela, pintu serta pembatas antara teras masjid dengan bagian samping juga didesain khas dengan warna hijau muda sebagai warna dasarnya. Pada dinding pagar masjid, ditempel ayat Alquran maupun hadits yang dituliskan pada selembar papan dengan warna senada. Menurut keterangan yang diambil dari jogjaprov.go.id, saat pusat pemerintahan Indonesia dialihkan ke Yogyakarta, masjid ini menjadi salah satu masjid yang cukup sering digunakan ibadah oleh para menteri dan pejabat negara waktu itu.

Aksara Jawa di Masjid Margoyuwono
Aksara Jawa di Masjid Margoyuwono

Menuju ke bangunan bersejarah ini sangat mudah. Dari Alun-alun Kidul, ambil jalan memutar ke arah timur melewati Siti Hinggil hingga masuk ke Jalan Langensastran Lor. Masjid Margoyuwono berada kurang lebih 100 meter di kiri jalan.

Selain Masjid Margoyuwono, di kawasan ini terdapat juga beberapa bangunan sejarah. Seperti Masjid Selo yang merupakan masjid pertama di Kecamatan Kraton, serta Plengkung Wijilan yang dulu merupakan salah satu gerbang masuk wilayah Keraton Yogyakarta. (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply