Pengaruh Wudhu Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Mahasiswa UGM teliti Wudhu
Mahasiswa UGM teliti Wudhu

Sholat merupakan aktivitas ibadah yang wajib dilakukan oleh  pemeluk agama Islam. Dalam satu hari, seorang muslim wajib menjalankan sholat lima waktu. Sebelum sholat, salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi adalah suci dari hadast besar dan kecil. Dimana suci dari hadast kecil ini dapat dilakukan dengan cara wudhu.

Selama ini, masih banyak umat islam yang menganggap wudhu tidak lebih dari kewajiban sebelum sholat. Namun siapa sangka kalau wudhu dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UGM baru-baru ini. Adalah Nadia Rully Auliawati dan Layung Sekar Prabarayi dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Rais Aliffandy Damroni dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, tiga mahasiswa yang melakukan penelitian lanjutan terkait hubungan antara wudhu dengan aktivitas saliva dalam mulut.



Menurut Layung, “Aktivitas salat dan wudhu memiliki korelasi kuat dengan peningkatan pH, kecepatan alir, dan kortisol saliva.” Dilansir dari ugm.ac.id, menurutnya, hingga saat ini, prevalensi ganguan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 29.5 %. Padahal, banyak aktivitas sehari-hari yang bisa meningkatkan kesehatan gigi dan mulut apabila dilakukan secara rutin dan tepat.

Ia mencontohkan, aktivitas wudhu. Kegiatan yang dilakukan oleh umat islam sebelum salat ini dapat meningkatkan pH mulut. Meningkatnya kadar pH ini akan meningkatkan cairan saliva atau ludah. Meningkatnya aktivitas ini akan membuat kebutuhan saliva pada mulut terpenuhi, sehingga proses lubrikasi atau pelumasan gigi dapat terjadi dengan baik. Sekresi saliva yang kurang akan menimbulkan dry mouth atau xerostomia, yaitu kondisi yang biasanya disebabkan oleh pengaruh obat, kurangnya air dalam tubuh, serta stress.

Kortisol
Kortisol

Selain itu. Aktivitas wudhu juga berpengaruh terhadap peningkatan kadar kortisol, namun masih dalam nilai yang normal. Kortisol sendiri merupakan hormon yang bekerja untuk meningkatkan kadar gula dalam darah melalui mekanisme glukogenesis. Kortisol juga berperan dalam menekan sistem imun, serta meningkatkan aktivitas metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Manfaat lain, hormon ini bertugas untuk melawan peradangan dalam tubuh, berpengaruh dalam pembentukan ingatan, mengendalikan keseimbangan garam dan air dalam tubuh, menyesuaikan tekanan darah dengan kondisi tubuh, serta dapat membantu perkembangan janin pada ibu hamil.

Layung dkk melakukan penelitian dengan metode static group pretest and posttest design. Menggunakan 20 subyek dengan 10 sublek perlakuan dan 10 kontrol. Sampel diambil 5 kali dalam satu hari. Dari pengunjian yang dilakukan, didapatkan hasil pH subyek kontrol berkisar pada angka 7.75, sedang pada subyek perlakuan 7.8.

Selain karena wudhu, tim ini berpendapat, perasaan tenang secara psikis yang timbul karena wudhu dan salat akan menyebabkan aktivitas saraf parasimpatis meningkat sehingga kadar kortisol akan meningkat namun masih dalam rentang nilai yang normal. Akibatnya sekresi saliva meningkat. (Sije)

Sumber:

ugm.ac.id

hellosehat.com

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply