Mengenang Mainan Tradisional di Kampung Dolanan Anak Pandes

penjual mainan produk kampung dolanan pandes (tribunnews.com)
penjual mainan produk kampung dolanan pandes (tribunnews.com)

Yogyakarta memang wisata paket komplit. Apa saja ada. Mulai dari wisata alam semacam pantai dengan aneka wahananya, wisata modern seperti aneka café dan pusat perbelanjaan yang bertebaran dimana-mana, hingga wisata tradisional seperti kampung-kampung seni. Sedikit bergeser menjauh dari pusat kota, tepatnya di Dusun Pandes, Panggungharjo Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terdapat satu kampung yang dikenal sebagai kampung dolanan anak tradisional.

Penyebutan ini bukan tanpa sebab. Sebelum tahun 1980-an dan arus modernisasi deras menghantam Yogyakarta, hampir sebagian besar penduduk di kampung ini bermatapencaharian sebagai pembuat mainan anak tradisional. Konon, Dusun Pandes ini sudah terkenal sebagai kampung dolanan anak tradisional sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.



Bagi generasi milenial, tentu tidak asing dengan aneka mainan tradisional seperti othok-othok, kitiran, kapal minyak, kepet (kipas), angkrek atau wayang kertas. Othok-othok yang berbahan kaleng susu, bambu dan hiasan kertas dengan gagang kayu menjadi idola anak-anak waktu itu. Nah, mainan semacam ini masih bisa ditemukan di Kampung Dolanan Anak Pandes.

kampung-dolanan-jogja
kampung-dolanan-jogja

Kampung Dolanan Anak Pandes menawarakan aneka mainan dan permainan anak yang tradisional yang menarik bagi siapapun yang datang. Saat ada kunjungan, para wisatawan yang datang tidak hanya ditawari untuk membeli mainan tradisional, namun juga diajari untuk membuat mainan tradisional secara langsung. Selain itu, pengunjung juga akan diajak untuk melakukan permainan tradisional seperti gamelan, aneka tari-tarian, atau geprekan. Saat ini, di Kampung Dolanan Anak Pandes belum ada kegiatan rutin yang diselenggarakan. Kegiatan biasanya akan diselenggarakan kalau ada kunjungan dari wisatawan. Sehingga pada hari-hari biasa, kampung ini seperti kampung kebanyakan.

Selain melayani kunjungan, Kampung Dolanan Anak Pandes ini juga beberapa kali mengikuti gelaran seni, seperti Festival Seni Yogyakarta (FKY). Tahun ini, di FKY30, Kampung Dolanan Anak Pandes membuka stand di paling depan setelah pintu masuk FKY30.  Jadi, bagi warganet yang tidak punya banyak waktu namun ingin melihat langsung produk-produk mainan tradisional yang dihasilkan dari kampung ini, bisa berkunjung ke FKY30 yang diselenggarakan di Planet Pyramid, Jalan Parangtritis Km 5.5, Bantul. Mainan tradisional disini dipatok harga mulai dari Rp 10.000.

Namun apabila ingin melihat langsung proses pembuatan mainan-mainan ini, langsung saja ke Dusun Pandes. Akses menuju ke Kampung Dolanan Anak Pandes ada dua. Pertama melalui jalan Bantul yang melewati pedukuhan Dongkelan dan Kweni. Kedua melalui Jalan Parangtritis yang melewati pedukuhan Pandes, Porancak Glondong dan Cabean. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply