Gel Penyembuh Luka Operasi Gigi dari Sengat Lebah Karya Mahasiswa UGM

lebah (sumber gambar :www.freepix4all.com)
lebah (sumber gambar :www.freepix4all.com)

Lagi-lagi mahasiswa UGM membuat inovasi. Setelah keluar sebagai juara dunia dengan membuat mobil dari bahan bakar limbah plastik, kali ini meski belum menjuarai lomba, sekelompok mahasiswa UGM membuat gel penyembuh luka operasi gigi dari sengat lebah. Apabila ditangan orang biasa, lebah hanya dijadikan penghasil madu, di tangan mereka, sengat lebah menjadi satu produk yang berguna lebih dan bernilai ekonomi tinggi.

Adalah Swastiana Eka Yunita dam Urfa Tabtila masiswa Fakultas Kedokteran Gigi, serta Muhammad Abil Pratama Mahasiswa Fakultas Peternakan, tiga mahasiswa UGM yang mengembangkan sengat lebah menjadi gel yang aman bagi tubuh manusia, serta  tidak menyebabkan kematian lebah. “Sengat lebah mengandung berbagai macam protein dan terbanyak adalah melittin yang berfungsi sebagai anti inflamasi dan mempercepat regenerasi sel,” ujar Swasti, seperti yang dilansir dari ugm.ac.id.



Menurut Swasti, selama ini sengat lebah sudah digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Hanya saja, pengobatan yang dilakukan biasanya dilakukan dengan menyengatkan lebah secara langsung ke tubuh manusia. Hal ini selain berakibat rasa yang kurang nyaman bagi pasien, juga mengakibatkan kematian pada lebah. Metode pengobatan tradisional semacam ini membuat kadar racun yang masuk ke dalam tubuh tidak terkontrol. Hal ini yang kemudian mendorong ketiganya melakukan penelitian terhadap sengat lebah.

 

Bersama Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D, ketiganya membuat formula gel sengat lebah untuk penyembuhan luka operasi gigi. Mengingat saat ini prevalensi penyakit gigi di Indonesia cukup tinggi, mencapai 96.58%. Bahan berupa bee venom diambil dari Swedia. Serbuk bee venom diambil dari lebah spesies Apis mellifera. Spesies ini merupakan spesies paling jinak dan produktif, sehingga dianggap cocok untuk penelitian ini. Proses pengambilan bee venom ini dilakukan dengan baik, dengan cara menyetrum lebah selama beberapa detik, sehingga tidak menyakiti lebah.

Saat ini, hasil penelitian sementara masih diujicobakan secara invivo kepada tikus. Selanjutnya, masih diperlukan penelitian yang cukup panjang untuk mendapatkan gel yang siap dan aman digunakan untuk manusia. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply