Enam Kuliner Solo yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Pasar Gede

intip-pasar-gede (goodindonesianfood.com)
intip-pasar-gede (goodindonesianfood.com)

Surakarta, atau lebih sering disebut dengan Solo, merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang kaya akan budaya. Sejarah mencatat, Kerajaan Mataram Islam pernah berkuasa di wilayah ini. Maka tak heran kalau Solo memiliki aneka peninggalan sejarah, baik itu berupa bangunan, seni budaya, hingga kuliner yang berusia puluhan tahun.

Berkunjung ke Solo, rasanya tidak lengkap kalau belum menyambangi pusat belanja tradisional di kota ini, apalagi kalau bukan Pasar Gede Harjonagoro atau lebih mudah disebut Pasar Gede saja. Pasar yang terletak kurang lebih 2 km dari Stasiun Solo Balapan ini dibangun kuran lebih tahun 1930-an. Layaknya pasar tradisional yang lain, ditempat ini dijual aneka kebutuhan rumah tangga. Mulai dari daging, aneka bumbu dan rempah, sambal kacang (bumbu pecel), alat-alat dapur, dan lain sebgainya. Disamping itu, disini dijual juga beberapa kuliner khas yang wajib dicoba. Apa saja? Berikut ulasannya.



  1. Es Dawet Telasih Bu Dermi

Begitu masuk ke Pasar Gede, akan terlihat satu penjual es dawet yang sudah dikerubuti pembeli. Namanya Es Dawet Telasih Bu Dermi. Sebenarnya tidak hanya satu saja penjual es dawet disini, namun yang paling ramai adalah Es Dawet Telasih Bu Dermi. Tempatnya kecil, namun cita rasa es dawet yang dijual sudah kadung dicintai oleh pelanggannya. Satu porsi es dawet disini berisi tape hitam, tape hijau, jenang sumsum, biji telasih, gula, santan dan es batu. Rasa manisnya pas, wajar kalau banyak yang suka. Satu mangkuk kecil Es Dawet Telasih Bu Dermi dipatok harga Rp 9.000.

Es Dawet Telasih Bu Dermi Solo
Es Dawet Telasih Bu Dermi Solo
  1. Intip Goreng

Ini khas banget dari Solo. Belum sreg rasanya kalau pulang dari Solo tidak bawa oleh-oleh ini. Jajanan berbentuk lingkaran dengan rasa gurih ini memang juara. Ada banyak penjual intip goreng di Pasar Gede. Dari pada membeli di grosir oleh-oleh, membeli di pasar tradisional ini lebih menarik. Karena masih fresh from ‘wajan’. Satu plastik Intip dijual beragam. Mulai dari Rp 8.000-RP 10.000. Tergantung ukuran.

intip-pasar-gede (goodindonesianfood.com)
intip-pasar-gede (goodindonesianfood.com)
  1. Lenjongan

Kalau di Jogja ada lupis, maka di Solo ada Lenjongan. Lenjongan berisi beberapa jenis kudapan, ada tiwul, ketan hitam, gethuk, sawut, ketan putih, klepon, dan cenil. Saat dihidangkan, biasnaya akan dilengkapi dengan parutan kelapa dan disiram gula yang telah diencerkan. Sama halnya dengan es dawet, di Pasar Gede juga terdapat beberapa penual Lenjongan. Satu porsi lenjongan biasanya dipatok harga mulai dari Rp.4000.

lenjongan-solo
lenjongan-solo
  1. Brambang Asem

Kuliner ini sudah mulai jarang ditemukan. Jadi kalau anda sedang berkunjung ke Solo, makanan ini wajib masuk ke dalam list anda. Brambang asem adalah makanan yang terdiri dari daun ubi rebus yang dicampur dengan sambal asam jawa. Cita rasa yang pedas manis ini, kemudian dilengkapi dengan bacem potongan tempe gembus. Ada beberapa penjual brambang asem di Pasar Gede. Biasanya jadi satu dengan penjual Lenjongan. Satu porsi brambang asem dipatok harga mulai dari Rp 4.000.

brambang-asem-solo(kompas.com)
brambang-asem-solo(kompas.com)
  1. Timlo Sastro

Ini Timlo-nya orang Solo. Kalau ada yang bertanya dimana timlo yang enak, masyarakat Solo akan menjawab, “Timlo Sastro belakang Pasar Gede”. Timlo sendiri adalah makanan seperti sup bening dengan isian berupa jeroan, sosis solo, pindang telur, dan suwiran ayam.  Paling enak kalau dimakan saat sarapan.  Konon Timblo Sastro mulai berjualan sejak tahun 1952 oleh Pak Sastro. Sekarang, bisnis kuliner ini dikelola oleh keempat anaknya. Satu porsi Timlo Sastro dipatok harga Rp 25.000.

timlo-sastro (idntimes.com)
timlo-sastro (idntimes.com)
  1. Nasi Liwet Bu Sri

Lapar begitu sampai Pasar Gede? Tenang. Nasi Liwet Bu Sri siap memadamkan kelaparan anda. Jangan dibayangkan lapak Nasi Liwet Bu Sri berada di restoran atau tempat mewah lainnya ya. Kuliner ini membuka lapak dipojokkan Pasar Gede (deretan penjual buah) hanya dengan meja dan kursi plastik.  Khasnya kuliner ini adalah, penggunaan daun pisang sebagai pembungkusnya. Aroma nasi liwet yang bercampur dengan daun pisang, pasti langsung menggugah selera siapa saja yang ingin mencoba.  Ditambah dengan suwiran ayam kampung rebus, sayur labu, dan telur pindang, duuh rasanya juwara! Satu porsi Nasi Liwet Bu Sri dipatok mulai dari Rp 9.000. (Sije)

Nasi-liwet-solo (idntimes.com)
Nasi-liwet-solo (idntimes.com)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply