Akhirnya, Pembangunan Mardliyyah Islamic Center UGM Dimulai

Masjid-mardliyyah-ugm
Masjid-mardliyyah-ugm

Siapa yang tidak tahu Masjid Mardliyyah. Masjid yang berada pas tepat di sebelah selatan RSUP Sardjito ini bisa dibilang masjid keduanya UGM setelah Masjid Kampus. Meski bangunannya sudah sangat tua bahkan cenderung kuno, namun masjid ini tidak pernah sepi jama’ah. Aneka kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh takmir masjid menyedot animo mahasiswa hingga masyarakat yang tinggal di sekitar masjid yang didirikan sejak tahun 1968 tersebut.

Kini bangunan yang sudah kuno, sepertinya akan segera tinggal kenangan. Bukan dihilangkan masjidnya, namun dilakukan perombakan besar-besaran. Peletakkan batu pertama telah dilaksanakan pada Sabtu (20 Juli 2018) lalu. Meski bukan peletakkan batu yang pertama kali dilakukan, namun kali ini,  moment ini diharapkan benar-benar menjadi langkah awal renovasi masjid bersejarah ini. Sebelumnya pada April 2011 silam, Rektor UGM yang waktu itu dijabat oleh Sudjarwadi, bersama dengan Bupati Sleman Sri Purnomo juga telah melakukan prosesi peletakkan batu pertama. Setelah UGM ganti rektor, peletakkan batu pertama dilakukan kembali. Waktu itu peletakkan batu dihadiri oleh Pratikno yang saat itu menjabat sebagai rektor UGM. Sayangnya hingga saat ini renovasi itu juga tak kunjung dilakukan.



Dilansir dari ugm.ac.id, Panut Mulyono selaku rektor UGM saat ini berharap, peletakkan batu pertama ini tidak seperti yang sudah-sudah. Menurutnya, berbagai alasan pembangunan Masjid Mardliyyah tidak kunjung dilakukan  meski peletakkan batu pertama sudah beberapa kali dilaksanakan.

Rencananya, Masjid Mardliyyah tidak hanya direnovasi saja. Namun juga akan dibangun Mardliyyah Islamic Center (MIC). Sudibyo selaku panitia pembangunan mengungkapkan, renovasi ini dilakukan karena saat ini Masjid Mardliyyah sudah tidak mampu lagi menampung jamah yang tiap tahun terus bertambah. Terlebih masjid ini bukan hanya digunakan oleh mahasiswa serta karyawan UGM saja, namun juga oleh masyarakat juga keluarga pasien RSUP Sardjito. Maka tak heran kalau jamaah masjid semakin ramai. Lebih-lebih usai rangkaian penerimaan mahasiswa baru, bisa dipastikan jamaah yang datang juga bertambah dengan mahasiswa-mahasiswa baru.

Masih menurut Sudibyo, rencananya, MIC akan dibangun dan dilebarkan menjadi kurang lebih 4000m2. Selain itu, diharapkan MIC tidak hanya digunakan untuk ibadah salat lima waktu juga, namun juga dibuat pusat pengembangan ekonomi islam. Bukan hanya masjid saja yang diperbaiki, namun juga akan dilengkapi dengan foodcourt, wisma, serta parkiran pada basemant.  (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply