Filosofi Batik Geblek Renteng, Motif Batik Khas Kulon Progo

geblek-renteng-kulon-progo
geblek-renteng-kulon-progo

Bicara tentang Seni dan Budaya di Yogyakarta memnag tidak akan ada habisnya. Setiap waktu terus berkembang. Seni-seni tradisional kini tidak lagi milik mereka yang sudah berusia senja. Beberapa anak muda sudah mulai turun tangan ikut melestarikan seni dan budaya Jawa khusunya Yogyakarta. Salah satu seni yang cukup berkembang di Yogyakarta adalah seni membatik. Keraton Yogyakarta yang terkenal akan warisan budaya motif batik ini, seolah mengalirkan ruh seni ke seluruh penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masing-masing daerah di Yogyakarta memiliki motif batik unggulan yang ditonjolkan, termasuk juga Kulon Progo. Wilayah paling barat Provinsi Yogyakarta ini selain menyimpan keindahan alam yang mempesona, juga memiliki kekayaan budaya dan seni yang tidak kalah dari daerah lain. Darlam urusan batik membatik, Kulon Progo memiliki motif batik khas, yakni Motif Geblek Renteng. Motif ini merupakan ikon Kulon Progo. Terdiri dari gambar geblek yang berbentuk seperti angka 8 sebagai motif utama, dan dilengkapi dengan  berbagai simbol yang menunjukkan kondisi serta kekayaan alam di Kulon Progo.



Sekilas, Motif Geblek Renteng ini terdiri dari tiga gambar, yakni gambar geblek, lambang binangun serta gambar motif buah manggis. Tidak banyak yang tahu apa arti dan makna dari Motif Geblek Renteng ini. Padahal, apabila ditelusuri, motif ini memiliki filosofi yang sangat indah.

Gambar Geblek yang disusun “renteng” atau berjejer merupakan dimbol dari makanan khas Kulon Progo. Ini juga yang dijadikan alasan mengapa bentuk geblek ini dijadikan motif utama. Bagi warganet yang belum pernah mencicipi seperti apa rasanya geblek Kulon Progo, silakan langsung datang sendiri ke pasar-pasar tradisional di Kulon Progo. Makanan yang dibuat dari bahan utama ketela ini, biasanya dinikmati bersama tempe besengek.

Diantara motif geblek tersebut diselipkan lambang Binangun yang berbentuk sebagai kuncup bunga yang akan mekar. Lambang ini dimaksudkan bahwa kulon Progo adalah daerah yang sejenak lagi akan maju dan berkembang. Disamping lambang binangun terdapat motif buah manggis. Mengapa manggis? Karena buah ini merupakan flora khas Kulon Progo.

Ketiga motif tersebut disusun sedemikian rupa dengan pola naik turun. Hal ini bukan sekedar untuk keindahan, namun untuk menunjukkan kenampakan daerah Kulon Progo yang terdiri dari pegunungan, dataran rendah, hingga pantai yang landai.

Selain itu, pada kain bagian bawah, lambang binangun dimodifikasi dengan hiasan seperti sayap. Ini melambangkan bahwa sebentar lagi, Kabupaten Kulon Progo  akan segera dibangun NYIA (New Yogyakarta International Airport) yang harapannya mampu membuat Kulon progo lebih maju.  Melengkapi motif diatas, ada pula motif burung Kacer yang terbang ke atas. Motif ini melambangkan salah satu Fauna khas Kulon Progo. (Sije)

Sumber: Dokumen motif Batik Khas Kulon Progo

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply