Melihat Lebih Dekat Masjid Inti Kasultanan Yogyakarta, Masjid Rotowijayan

Masjid-rotowijayan-keraton-yogyakarta
Masjid-rotowijayan-keraton-yogyakarta

Sejarah Keraton Yogyakarta tidak bisa lepas dengan pertumbuhan Islam di kota pelajar ini. Banyak masjid yang didirikan selama kurun waktu berdirinya Keraton Yogyakarta hingga saat ini. Masjid-masjid yang didirikan oleh Keraton Yogyakarta memiliki julukan tersendiri yakni “Masjid Kagungan Dalem”. Tidak hanya satu, Masjid Kagungan Dalem ini banyak dibangun di sudut-sudut wilayah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta. Saking banyaknya, masjid-masjid ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga, yakni Masjid Keprabon,  Masjid Pathok Negoro, dan Masjid Prabot.

Masih dalam rangka menelusuri jejak islam di tanah Yogyakarta, tim Ngangsukawruh berkesempatan untuk mengunjungi salah satu Masjid Keprabon yang terletak tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, yaitu Masjid Suronatan atau lebih dikenal dengan Masjid Rotowijayan. Penyebutan Masjid Keprabon diberikan kepada dua Masjid inti di Kasultanan Yogyakarta, yakni Masjid Gedhe Mataram Kotagede dan satu lagi Masjid Suronatan (Rotowijayan).



Berdiri pada tahun 1790 M, masjid ini terletak di Jalan Rotowijayan. Berbeda dengan Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Masjid Suronatan (Rotowijayan) memiliki bangunan yang jauh lebih kecil, seperti mushola. Letaknya di depan pintu gerbang masuk Kamandungan Lor (Keben) Keraton Yogyakarta sedikit serong ke selatan. Awalnya masjid ini dulunya dihuni oleh Abdi Dalem Suranata. Yakni Abdi dalem yang berasal dari golongan santri yang merangkap menjadi prajurit keraton. Hingga saat ini Masjid Suronatan ini masih aktif digunakan untuk keperluan ibadah salat lima waktu. Terlebih letaknya yang berada di dekat wisata Keraton Yogyakarta membuat masjid ini selalu dipenuhi oleh pengunjung pada jam-jam salat.

Selain diperuntukkan bagi pengunjung wisata museum Keraton Yogyakarta, sehari-harinya masjid ini juga aktif digunakan oleh masyarakat dari warga RW 11 sampai dengan RW 15 Kelurahan Kadipaten. Oleh warga sekitar, masjid ini disebut juga dengan Masjid Keben karena letaknya berada di dekat pohon Keben. Salah satu ciri khas yang menunjukkan hubungan dekat antara masjid ini dengan Keraton Yogyakarta adalah pada papan namanya. Papan nama masjid ini selain ditulis menggunakan Bahasa Indonesia, juga dituliskan menggunakan huruf Jawa.

Berkunjung ke Masjid Suronatan (Rotowijayan) ada baiknya sekaligus berkunjung ke beberapa tempat wisata lain yang berada tidak jauh dari lokasi ini. Tepat di depan Masjid terdapat wisata Museum Keraton Yogyakarta. Bergeser sedikit ke utara, terdapat Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Atau mau sedikit berjalan agak jauh, terdapat wisata Tamansari dan Masjid Soko Tunggal yang juga memiliki keunikan tersendiri. (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply