Mahasiswa UGM Berhasil Membuat Prototype Alat ‘Pemanen’ Air Bersih dari Udara

3 Mahasiswa Teknologi Pertanian UGM
3 Mahasiswa Teknologi Pertanian UGM

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali unjuk kemampuan diri. Belum lama ini tim mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM berhasil membuat prototype alat penghasil air bersih dari udara yang diberi nama ‘Magic Water Harvester’. Dilansir dari ugm.ac.id, Amalia selaku salah satu mahasiswa pembuat alat mengungkapkan, “Magic Water Harvester ini dikembangkan untuk menjadi alternatif solusi dalam mengatasi persoalan kelangkaan air di beberapa daerah di Indonesia.”

Dalam membuat alat ini Amalia tidak sendirian. Ia merancang mesin ini bersama dua orang temannya yakni Arjuna Maulana Rifki dan Dimas Sandy D Ryang juga berasal dari Departemen Teknik Pertanian FTP UGM. Ketiganya merasa tergerak untuk membuat mesin ini karena melihat potensi untuk mendapatkan air bersih dari udara, terlebih untuk daerah dengan iklim tropis seperti Indonesia, kelembaban udara bisa mencapai 80 %.  Tingginya kelembaban udara ini menandakan besarnya kandungan air dalam udara Indonesia.



Dilansir dari ugm.ac.id, saat ini kebutuhan akan air bersih semakin meningkat. Dalam satu hari, rata-rata penggunaan air bersih kurang lebih 169,11 liter/orang/hari sampai 247,36 liter/orang/hari. Kebutuhan ini akan terus meningkat, dan diprediksikan pada tahun 2025 Indonesia bisa dimungkinkan akan mengalami krisis air bersih karena ketersediaan air tanah tidak sebanding dengan jumlah penduduk.

Mesin pemanen air ini nantinya akan menghasilkan air bersih dari udara bebas, bukan dari air tanah. Terbuat dari empat komponen utama, yakni power supply, fan, heat sink, dan peltier. Prinsip yang digunakan dalam pengoperasian alat ini adalah pengembunan. Air dipanen dengan cara mengontakkan udara lingkungan dengan heat sink (semacam plat), dengan susu dibawah titik embunnya. Dengan hal ini diharapkan akan terjadi proses pengembunan yang nantinya air yang dihasilkan dari embun ini dikumpulkan.

“Alat ini sudah diuji di Laboratorium FTP UGM, dan bisa menghasilkan air bersih kurang lebih 70 ml air,” ungkap Amalia, seperti yang dikutip dalam ugm.ac.id. Mereka mengaku, alat yang dibuat ini belum bisa digunakan untuk menghasilkan air dengan jumlah yang besar. Sementara ini alat yang mereka rancang masih berupa prototype. Kedepannya alat ini akan dikembangkan dengan memaksimalkan sistem pendingin dan menggunakan energy terbaharukan sebagai sumber energinya. (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply