Review Film Incredibles 2

Incredibles 2 (sumber gambar : https://movieweb.com)
Incredibles 2 (sumber gambar : https://movieweb.com)

Kangen dengan keluarga pahlawan super : Bob sang ayah dengan kekuatan tenaganya, Helen atau sang ibu yang badannya bisa memanjang seperti karet, Violet  si gadis anak sulung  yang bisa membentuk pelindung medan magnetik, Dash anak nomor dua yang bisa berlari super cepat bahkan di atas air, dan si bungsu bayi lucu Jack-Jack ? Nah, saatnya nonton incredibles 2 .

Tayang di bioskop-bioskop di Indonesia sejak 8 Juni 2018 lalu, Incredibles 2 menjawab kerinduan para penonton setelah menunggu sekitar 14 tahun lalu sejak tayang Incredibles 1. Masa menunggu yang teramat panjang sebenarnya. Bisa dibayangkan para penonton film ini yang usianya 14 tahun lalu mungkin masih pelajar kelas 2 sekolah dasar, sekarang sudah duduk di setidaknya semester 2 bangku kuliah.

Tapi baiklah kita tidak akan bahas panjang lebar ke sana. Kita akan coba bahas isi dari film Incredibles 2 saja yuk.



Masih dengan tokoh –tokoh Utama yang sama, Incredibles 2 menyapa para penggemarnya. Dibuka dengan kejar-kejaran keluarga Bob, yang mencoba menangkap seorang perampok bank bernama Underminer yang mengendarai sebuah kendaraan yang bisa mengebor ke dalam tanah. Meski dibantu oleh Frozone dengan kekuatan esnya, namun Underminer berhasil kabur dengan uang curiannya. Hasil kejar-kejaran itu meninggalkan kerusakan dan kekacauan dimana-mana, dan membuat masyakarat juga instansi kepolisian dan pemerintahan mengecam para pahlawan super ini, dan  semakin menegaskan pendapat “pahlawan super tidak lagi dibutuhkan dan tindakan mereka illegal”.

Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, tekanan dari masyarakat tentang keberadaan mereka, akhirnya Helen, menerima sebuah tawaran dari Winston Deavor, seorang kaya raya pemilik Devtech, sebuah perusahaan telekomunikasi yang juga seorang penggemar superhero, untuk kembali memberantas kejahatan sekaligus ingin membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pahlawan super. Helen lebih dipilih dibanding Bob maupun Frozone karena berdasar catatan Devtech, tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh Helen saat mengejar para penjahat selama ini adalah yang paling rendah. Akhirnya bagi tugaspun dilakukan oleh sepasang suami istri ini, Helen bekerja di luar sebagai pahlawan super, sementara Bob menjaga anak-anak mereka di rumah.

Salah satu scene di Incredibles 2 (sumber gambar : https://www.hollywoodreporter.com)
Salah satu scene di Incredibles 2 (sumber gambar : https://www.hollywoodreporter.com)

Konflik pun mulai terbentuk berawal dari pembagian tugas yang tidak biasa ini. Bisa ditebak, bagaimana Bob harus babak belur berperan sebagai seorang ayah sekaligus  ibu, menghadapi violet, putrinya yang ABG dan mulai mengenal lawan jenis, menghadapi Dash yang sedang usil-usilnya dan PR matematika dari sekolahnya yang membingungkan Bob, serta menghadapi bayi lucu  mereka Jack-jack yang secara mengejutkan memiliki begitu banyak kekuatan : bisa berubah jadi api, bisa berubah jadi monster, bisa menggandakan diri jadi banyak, bisa keluar sinar laser dari matanya, bisa menembus dinding, bisa menghilang, bisa berubah jadi raksasa, bahkan bisa melunak badannya. Sungguh kekuatan menakjubkan yang bahkan jika orang tua dan kakak-kakaknya digabungkan, tidak mampu memiliki kekuatan sebanyak si bayi ajaib ini.

Bagaimana dengan Helen ? Helenpun mulai turun ke jalan , memberantas kejahatan, sampai kemudian Helen bertemu musuh tangguh bernama Screenslaver, sosok penjahat tangguh yang bisa mencuci otak manusia-manusia sehingga menjadi berbuat jahat tanpa disadari orang tersebut. Pada akhirnya Helen berhasil menangkap Screenslaver, yang ternyata seorang pengantar Pizza. Namun semua itu belum berakhir, ketika Helen mulai mencurigai sesuatu, ternyata Screenslaver sebenarnya adalah Evelyn Deavor, saudara perempuan  dari sang pemilik Devtech Winston Deavor, namun kesadaran ini terlambat karena sebuah kacamata telah menempel di mata Helen, dan menjadikannya berada di dalam pengaruh hipnotis Evelyn Deavor.

Berbeda dengan saudara laki-lakinya yang begitu memuja para superhero dan berharap para superhero bisa menjadi legal kembali untuk memberantas kejahatan, Evelyn ternyata diam –diam   justru sebaliknya. Evelyn berharap para pahlawan super menjadi illegal, dibenci masyarakat selamanya. Maka kemudian selain Helen, beberapa pahlawan super lainnya terkena perangkap Evelyn, semuanya memakai kacamata dan terkena pengaruh hipnotis. Dalam kondisi seperti itulah maka seluruh superhero tersebut melakukan tindakan kejahatan, mencoba menyebarkan hipnotis menggunakan kacamata itu kepada para pahlawan super lainnya, termasuk Bob dan Frozone. Pada akhirnya, hanya tiga anak mereka yang selamat, Violet, Dazh, dan Jack-jack.Dan ketiga anak mereka itulah yang menyelamatkan kedua orang tuanya.  Kemudian bersama-sama menangkap Evelyn serta mencegah bencana yang diakibatkan oleh ulah Evelyn. Di akhir film, usaha Evelyn supaya para superhero ini tidak lagi diterima masyarakat dan dianggap illegal tindakannya, gagal total, karena pengadilan kemudian justru berbuat sebaliknya, menyatakan bahwa tindakan para superhero dalam melawan kejahatan adalah legal dan diperbolehkan.



Kelebihan

Apa kelebihan film ini ?

Pertama, film ini adalah sebuah film keluarga, layak ditonton oleh semua anggota keluarga termasuk anak-anak, tidak ada adegan-adegan dewasa di sana, sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.

Kedua, film ini seakan menegaskan peran seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya yang tidak mungkin bisa tergantikan, demikian pula peran seorang ayah sebagai kepala rumah tangga. Film ini juga menjadi contoh yang baik bagaimana seorang ayah seperti Bob, meski menyadari bukan keahliannya menjadi seorang ibu, namun tetap berupaya melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk menjaga anak-anaknya, meskipun dampaknya menjadi kurang tidur.

Ketiga, film ini cukup menghibur. Tidak melulu soal perkelahian superhero melawan penjahat di jalan, namun ada saat-saat adegan yang lucu, di antaranya saat Jack-jack berkelahi dengan seekor rubah di rumahnya di malam hari, atau saat Bob mencoba menitipkan jack-jack sementara ke Bibi Edna, bagaimana reaksi si Bibi yang karakternya nyentrik mencoba menghindari jack-jack, namun pada akhirnya sangat menyukai jack-jack karena terpukau dengan aneka kekuatan super si bayi jack-jack.  Beberapa adegan menyentuh juga ada meski kurang banyak, diantaranya adalah saat Bob mengatakan kepada Violet keputusasaaannya tidak bisa berperan sebagai ayah sekaligus ibu yang baik, namun Violet kemudian memeluk sang ayah dan mengatakan bahwa ayahnya adalah ayah paling hebat di dunia.

 

Kekurangan

Pertama, karakter keras sang ayah bertemu dengan karakter keras dengan sang ibu, dan itu menurun kepada anak-anaknya, menjadikan beberapa kali terjadi adegan pertengkaran dengan nada- nada suara yang tinggi, salah satunya saat Helen dan Bob bertengkar di meja makan disaksikan oleh anak-anaknya, juga saat Violet sedang kesal, ayahnya mencoba mendekatinya namun Violet berkata kepada ayahnya dengan nada tinggi supaya tidak mengganggunya. Intensitas nada-nada keras ini perlu sedikit dikurangi supaya tidak menjadi contoh para anak-anak yang sedang menonton film ini.

Kedua, karakter sekaligus suara Helen dalam film ini terlalu berat dan mirip laki-laki, atau memang sengaja dipilih untuk mempertegas karakter yang coba dibangun yakni   mencoba menggantikan Bob sebagai kepala keluarga yang bekerja di luar rumah untuk mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Namun sebagai seorang ibu, diharapkan Helen bisa menjadi sosok ibu yang lebih lembut, setidaknya dalam cara berbicaranya.

Ketiga, munculnya banyak tokoh superhero yang awal mulanya terkena pengaruh hipnotis, namun sayangnya kurang penjelasan mengenai siapa para superhero ini, setidaknya penjelasan siapa nama mereka sangat terbatas, hanya satu dua superhero saja.

 

Nah, tertarik ingin nonton Incredibles 2 ?  Segera kunjungi bioskop-bioskop terdekat di kotamu, keburu gulung layar mengingat filmnya sudah tayang sejak sebulan yang lalu. Tapi kalaupun gulung layar, beli saja CDnya yak. Dan jangan lupa ajak keluarga untuk nonton bareng –bareng, pasti seru, mumpung masih libur anak sekolah.   (Danang)

 

 

 

 

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply