Restoran All You Can Eat, Bagaimana Islam Mengaturnya?

Restoran All You Can Eat (sumber gambar : http://bangka.tribunnews.com)
Restoran All You Can Eat (sumber gambar : http://bangka.tribunnews.com)

Bulan puasa seperti ini, makanan dan minuman seolah begitu menggoda. Apalagi saat siang hari di bawah panas matahari yang sedang terik-teriknya, rasanya saat berbuka nanti ingin meminum minuman dingin sebanyak mungkin. Segala macam es dari yang kekinian hingga yang legend, rasanya ingin dibeli semua. Makanan mulai dari cemilan hingga makanan besar seolah ingin dilahap semua. Mau kapan lagi coba, kan siang hari tidak boleh makan. Begitu kurang lebih alasannya.

Mengambil momen ini, banyak restoran atau hotel yang memanfaatkan hal tersebut untuk membuat promo boleh makan sepuasnya atau biasa kita kenal dengan istilah “All You Can Eat”. Dengan membayar sekian puluh ribu, sudah boleh menyantap segala macam hidangan yang disediakan. Tidak ada batasan jumlah. Sekuatnya. Sekenyangnya. Sampai enggak bisa jalan sekalipun. Masalah yang kemudian muncul adalah, bagaimana hukum jual beli semacam ini? Bolehkah? Apakah hukum Islam mengizinkan jual beli semacam ini?



Islam memiliki aturan yang jelas dalam hal jual beli. Sedangkan dalam kasus “All You Can Eat” diatas dapat dikategorikan sebagai jual beli sistem Gharar. Apa itu Gharar? Jual beli Gharar adalah transaksi yang ukuran objeknya tidak jelas, sedangkan kejelasan ukuran objek merupakan salah satu syarat sahnya jual beli. Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan “Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam melarang jual beli gharar.” HR. Muslim No.3881. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Nasai serta ulama lainnya.
Ahli Fiqh dari Mazhab Maliki, Ad-Dasuqi dalam Hasyiyahnya menyampaikan, “Harga dan barang harus jelas, diketahui penjual dan pembeli. Jika tidak maka transaksinya batal.” Sedang seorang ulama dari Mazhab Hanafi, Ibnu Abidin mengatakan “Syarat sahnya jual beli adalah diketahuinya ukuran barang dan harga barang. ”
Lalu Bagaimana Hukumnya “All You Can Eat”?

Pembagian sistem gharar dibagi menjadi 3. Gharar banyak, gharar sedang dan gharar sedikit. Ulama menyepakati, gharar banyak terlarang berdasarkan ijma’ ulama. Contoh gharar banyak adalah menjual burung yang masih ada di udara. Gharar sedikit, diperbolehkan, hal ini sesuai dengan kesepakatan ulama. Contohnya, pondasi rumah dan jenis kapas pada kain. Sedang untuk gharar sedang, ulama saling berpeda pendapat apakah dimasukkan dalam jenis gharar banyak, atau gharar sedikit.

Sistem “All You Can Eat” yang berlaku di Indonesia saat ini adalah biasanya dengan membayar sekian harga, boleh makan sepuasnya atau sekenyangnya. Dalam hal ini, konsumen atau pemilik restoran sudah bisa memperkirakan seberapa banyak kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh pengunjung. Sehingga meski ada beberapa orang yang makan melebihi ukuran yang lainnya, tetap tidak berselisih banyak. Sebab inilah, “All You Can Eat” dimasukkan dalam jenis gharar sedikit dan menurut kesepakatan ulama, hal ini masih diperbolehkan. (Sije)
Sumber:
konsultasisyariah.com
rumaysho.com

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply