Sejarah Panjang Terbentuknya Gunung Merapi

gunung_merapi (viva.co.id)
gunung_merapi (viva.co.id)

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di dunia. Gunung yang belum lama ini mengalami bebera kali erupsi ini memiliki ketinggian kurang lebih 2930 MDPL. Berada di tengah Pulau Jawa, bagian selatan gunung ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman DIY, Sedangkan sisanya berada dalam wilayah adnimistratif Provinsi Jawa Tengah. Maka tidak heran kalau terjadi erupsi, ada dua provinsi yang terkena dampaknya.  Sejak tahun 2004 kawasan hutan di sekitarnya resmi menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

Aktivitasnya yang cukup aktif membuat  gunung ini cukup berbahaya. Merapi memiliki siklus tahunan yang berubah-ubah. Setiap dua hingga 5 tahun sekali merapi akan erupsi, sedangkan di sekitarnya pemukiman penduduk cukup padat. Merapi terakhir mengalami erupsi yang cukup besar pada tahun 2010. Pada akhir tahun tersebut, merapi memuntahkan lahar serta awan panasnya menerjang pemukiman penduduk hingga menewaskan Mbah Marijan, Sang Juru Kunci.



Sejarah mencatat, Gunung Merapi termasuk gunung termuda dalam barisan gung berapi yang berjejer ke selatan dari Gunung Ungaran. Proses terbentuknya dari aktivitas Lempeng Indo-Australia yang bergerak dibawah Lempeng Eurasia. Akibat dari pergerakan ini, muncul aktivitas vulkanik di sepanjang tengah Pulau Jawa.

Secara garis besar, sejarah Gunung Merapi terbagi menjadi empat tahap, yakni Pra Merapi, Merapi Tua, Merapi Sedang, dan Merapi Muda. Tahap Pra Merapi terhitung hingga 400.000 tahun yang lalu. Berawal dari Gunung Bibi. Gunung ini berumur kurang lebih 700.000 tahun yang lalu. Berada di lereng timur Merapi saat ini. Puncaknya berada pada ketinggian 2050 MDPL.

Selanjutnya tahap Merapi tua. Merapi tua terhtung dari 60.000-8000 tahun yang lalu. Pada masa ini, sudah mulai terlihat bibit pembentukkan Gunung Merapi, namun puncaknya belum terlihat mengkerucut sempurna. Aktivitas awalnya berupa lava basaltik yang membetuk bukit Turgo dan Plawangan ynag berumur 40.000 tahun.

Tahap ketiga yakni Merapi Sedang atau Merapi Pertengahan. Ini terjadi kira-kira 8000-2000 tahun yang lalu. Selama periode ini terjadi beberapa kali lelehan lava sehingga terbentuk bukit Batulawang dan Gajahmungkur. Keberadaan dua bukit ini dapat dilihat di lereng sebelah utara Gunung Merapi.

Tahap terakhir yakni Merapi Muda atau Merapi Baru. Periode ini terhitung dari 2000 tahun yang lalu hingga sekarang. Selama perlajanan hingga saat ini, terbentuk puncak yang disebut dengan Gunung Anyar ynag saat ini menjadi puncak dari Merapi.

Batuan dasar yang menyusun Merapi diperkirakan berasal dari periode Merapi Tua, sedangkan bagian atas Merapi saat ini berasal dari Merapi Muda yang berumur sekitar 2000 tahun.  Karakteristik letusan Merapi sejak tahun 1953 adalah letupan lava ke puncak disertai dengan guguran kubah lava. Tidak menimbulkan suara dentuman, namun berupa desisan.

Gunung Merapi pernah mengalami beberapa kali erupsi. Erupsi yang cukup besar pernah terjadi pada tahun 1006 yang mengakibatkan seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Letusan ini mengakibatkan Kerajaan Mataram Kuno harus memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur. Akibat letusan ini juga, Candi Sambisari yang berada di daerah Kalasan juga hilang tertimbun material letusan Merapi.  Candi ini kemudian ditemukan dan dipugar pada tahun 1987. (Sije)

Sumber:

wikipedia.org

candi.perpusnas.go.id

kompas.com

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply