Melihat Masa Lalu Melalui Pameran Seni Rupa “One Step Back”

“One step back two step forward”, satu istilah yang sering kita dengar dalam strategi pertandingan. Dalam bahasa Indoensia, istilah tersebut dapat diartikan “mengalah untuk menang” atau “mundur untuk maju lebih jauh”.  Hal ini dapat ditafsirkan, sebagai manusia kita perlu untuk sejenak melihat ke belakang  bukan untuk mundur atau kalah, namun untuk merekontruksi atau menata ulang strategi kedepannya. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat diartikan sebagai langkah untuk melihat sejenak jejak masa lalu untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Tema ini yang kemudian diangkat oleh para seniman yang tergabung dalam kelompok Tani Rupa. Melalui tema ini, para perupa membuat karya seni dengan menafsirkan atau memahami ulang masa lalu, baik itu berupa sejarah, human interest, juga kebudayaan. One step back yang dimaksud disini adalah  sebuah langkah mundur untuk mengenang, menafsir, serta merenungkan apa yang terjadi di masa lalu untuk menentukan langkah menuju masa depan.



Para perupa yang mengikuti pameran ini membahasan pengalaman-pengalaman tersebut sesuai pemahaman masing-masing. Bentuknya bisa berupa sublime, abstrak hingga bentuk naratif. Semua diserahkan kepada individu-individu masing-masing.  Bagaimanapun sebuah karya snei rupa dari berbagai masa, dapat dijadikan sebagai bahan untuk menulis sejarah pada masa berikutnya. Sebuah karya yang dibuat saat ini bisa mencerminkan kepribadian masyarakat pada saat ini. Sehingga karya tersebut dapat dijadikan sebagai artefak suatu masa tertentu.

Pameran_seni_visual_one_step_back
Pameran_seni_visual_one_step_back

Pada pameran yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 15 Mei ini, para perupa mencoba mengambil sikap sebagai patron atau representasi dari pandangan sebagian masyarakat terhadap peristiwa dan pandangan hidup yang digunakan sehari-hari. Selain karya-karya baru, beberapa karya yang dipamerkan disini juga merupakan kumpulan karya yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan di galeri atau event lain, seperti karya milik Joko Apridinoto berjudul “Sitting Duck”. Karya berbentuk setengah motor yang dirangkai dengan setengah motor lainnya ini pernah dipamerkan dalam event Jogja Street SculpTour yang diselenggarakan bulan Oktober hingga  Januari lalu.

Pameran_seni_rupa_one_step_back
Pameran_seni_rupa_one_step_back

Bagi warganet yang tertarik dengan karya seni rupa atau kebetulan sedang berlibur di kawasan titik 0 km Yogyakarta, silakan mampir di Museum Sonobudoyo baru (pas di selatan Bank BNI) untuk melihat karya dari perupa-perupa yang ada di Yogyakarta. Masuk ke event ini pengunjung tidak ditarik biaya apapun. Khusus untuk yang membawa kendaraan, bisa parkir di Museum Sonobudoyo yang lama (pas di sebelah utara Alun-alun utara). (Sije)

 

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply