Sinopsis Film 5 Penjuru Masjid

Film 5 Penjuru Masjid
Film 5 Penjuru Masjid

Kini saatnya dakwah lewat semua pintu. Kalau dulu bioskop dianggap sebagai tempat remang-remang yang “membahayakan” dan hanya dinikmati oleh segelintir orang, maka saat ini berbeda.  Bioskop bukan lagi tempat untuk mencari hiburan, namun juga untuk menebar nilai-nilai kebaikan. Beberapa orang yang memiliki kemampuan dalam dunia entertaint menggunakan bioskop untuk dakwah. Maka tidak heran kalau akhir-akhir ini mulai bermunculan film-film islami di layar lebar Indonesia.

Salah satu film islami yang sebentar lagi akan turut meramaikan dunia film positif adalah, Film 5 Penjuru Masjid (5 PM). Film ini merupakan film kedua garapan Bedasinema Pictures setelah tahun 2015 lalu sukses dengan Tausyiah Cinta. Trailernya sendiri telah diluncurkan akhir tahun 2017 silam.  Disutradari oleh Humar Hadi bersama Izharul Haq sebagai produser,  serta Umank Hadi sebagai penulis skenario, film ini rencananya akan tayang pada 17 Mei mendatang.



Film ini berkisah tentang 5 pemuda yang hijrah dan mencintai masjid. Meraka adalah Gani (Faisal Azhar Harahap), Budi (Aditya Surya Pratama), Abian (Zikri Daulay), Usman (Zaky Ahmad Rivai),  Lukman (Ahmad Syarief).  Masjid Alkautsar yang biasanya sepi mendadak ramai dengan kedatangan beberapa pemuda. Gani yang biasanya sendirian tiba-tiba kedatangan tamu Budi , seseorang yang gagal berangkat ke Inggris, Abian si musisi yang sepi orderan, Usman mantan buruh pabrik resleting, dan Lukman pengusaha laundry kiloan.

Selain kelima tokoh diatas, ada pula Si Bewok yang diperankan oleh M Taufik Akbar, maling kotak amal masjid yang nyaris jadi bulan-bulanan masyarakat kalau tidak diselamatkan oleh 5 pemuda diatas. Bewok terpaksa harus tinggal selama 40 hari di masjid dan menggantikan marbot masjid yang sedang sakit.  Bewok dan Gani kemudian berseteru dengan Gani karena Mey (Ressa Rere). Lalu bagaimana selanjutnya, apakah mereka masih mencintai masjid dengan niat sebenarnya?



Meski belum resmi tayang di bioskop, Film 5 PM, Gala Premiere film ini telah dilakukan pada Jum’at 6 April 2018 lalu di CGV Grand Indonesia.  Selanjutnya, Gala Premiere kedua  dilangsungkan di Cirebon, tanggal 14 April 2018, bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena Cirebon.

Penasaran dengan film garapan pemuda-pemuda islam masa kini? Yuk dukung film ini dengan menonton pada hari pertama pemutaran film. Sebab ini akan mempengaruhi berapa lama film ini akan bertahan di layar bioskop Indonesia. Semakin banyak yang menonton di hari pertama, maka akan semakin lama film ini bertahan. Kalau bukan kita yang mendukung, siapa lagi? (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply