Pameran Seni Grafis “Feed to Last Grafis Minggiran”

Pameran_studio_grafis_minggiran_BBY
Pameran_studio_grafis_minggiran_BBY

Bertempat di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) Jl. Suroto No.2 Kotabaru, Yogyakarta, pameran yang digelar oleh komunitas Studio Grafis Minggiran ini diselenggarakan. Acara ini rencananya akan berlangsung selama 8 hari, mulai dari tanggal 3 -11 Mei 2018. Beragam karya dengan berbagai teknik pembuatan dipamerkan di galeri BBY. Selain pameran karya, beberapa acara workshop juga digelar disela-sela jadwal, salah satunya tanggal 7 Mei nanti, komunitas ini akan menggelar workshop relief print linocut. Pada workshop ini, mereka akan menujukkan xara membuat karya dengan metode cungkil dengan bahan  kulit ynag biasa digunakan untuk membuat bagian dalam sepatu.

Studio grafis minggiran sendiri merupakan sebuah studio komunitas yang memfokuskan dirinya dengan berkarya dan berwacana menggunakan medium seni cetak grafis. Terbentuk tahun 2001, hingga saat ini Studio Grafis Minggiran sudah mengalami berbagai dinamika, mulai dari seleksi alam anggota aktif, hingga perubahan teknik cetak grafis. Beberapa penyesuaian dilakukan untuk mengikuti perubahan potensi dan kondisi Kota Yogyakarta, terutama pada ketersediaan material untuk berkarya.



Tahun ini, Studio Grafis Minggiran masuk di usia ke-17. Sebagai penanda atas perjalanannya selama ini, maka diselenggarakanlah pameran bersama seluruh member studio ini. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Feed to Last”.Merujuk dari kata Feed yang artinya makanan atau memberi makan. Makna memberi makan ini sejatinya adalah suatu aktifitas rutin yang [erlu dilakukan agar sesuatu yang kita beri makan dapat tetap hidup dan menjalankan fungsinya dengan baik. Tentu asupan makanan yang diberikan harus baik. Dalam konteks lain, feed juga digunakan sebagai fitur dalam media sosial, seperti facebook, dan instagram. Layaknya memberi makan, feed instagram pun memiliki trik khusus dengan tujuan untuk mendapatkan karya yang berneda dari yang lainnya. Selain itu, hal ini juga berlaku untuk eksistensi.

Tema Feed to Last ini dimaksudkan untuk terus menerus memberi “makan” kepada pribadi maupun masyarakat  dengan karya grafis terkini. Disamping itu, pengucapan Feed to Last ini juga mirip seperti pengucapan kata 17 dalam bahasa Jawa yang berarti tujuh belas. Dalam pameran ini, beberapa semiman turut serta menampilkan karyanya, yaitu Alfin Agnuba, Deni Rahman, Rully Putra Adi, Danang Hadi P., Lulus Boli, Aziz Mugni, Theresia Agustina Sitompul, dan artist in residency. Khusus untuk yang terakhir ini, mereka adalah orang-orang yang datang ke Studio Grafis Minggiran untuk belajar dan membuat karya. (Sije)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply