Inilah Pohon yang Akan Ditanam di Kawasan Pedestrian Malioboro

Perbaikan_pedestrian-malioboro
Perbaikan_pedestrian-malioboro

Bagi warganet yang belum lama ini lewat di kawasan Jalan Malioboro, pasti sudah tahu kalau saat ini, Pedestrian Malioboro bagian barat tengah diperbaiki. Para penjual yang biasanya mangkal di sepanjang jalan ini mendadak hilang dari pandangan. Berganti dengan peralatan berat seperti backhoe yang tengah mengeruk tanah. Lalu lalang truk proyek juga tak henti-hentinya lalu lalang lewat. Selain penataan kawasan pedestrian, salah satu program yang akan dijalankan adalah penanaman pohon sebagai salah satu penunjang.

Dilansir dari krjogja.com, pohon yang ditanam di kawasan ini tidak sembarangan. Ada dua jenis pohon yang nantinya akan ditanam, yakni Pohon Gayam dan Pohon Asem. Pohon-pohon ini nantinya akan ditanam di sepanjang Jalan Margo Utomo, hingga ke Kawasan Malioboro. Muhammad Mansur selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan SUmber Daya Mineral DIY menyatakan, nantinya beberapa pohon selain Pohon Gayam dan Asem akan ditebang. Meski ada yang dipertahankan namun sebagian besar akan ditebang dan disisakan dua pohon jenis ini.



Salah satu alasan dipilihnya dua jenis tanaman ini adalah, keduanya merupakan jenis pohon yang identik dengan sumbu imajiner Yogyakarta. “Sumbu Filosofi itu identik dengan tanaman Gayam dan Asam termasuk di Jalan Margo Utomo hingga ke kawasan Malioboro,” Ungkap Mansur.

Menurutnya, sebelum tanaman ini ditanam di Kawasan Pedestrian Malioboro, sebelumnya akan di karantina terlebih dahulu untuk memastikan pertumbuhannya. Usai dikarantina, baru selanjutnya bibit tanaman ini ditanam di tempat yang telah disediakan.

Menurut Djoko Dwiyanto selaku Ketua Dewan Kebudayaan DIY, penanaman Pohon Asam dan Gayam ini selain untuk membuat suasana di Jalan Margo Utomo lebih rindang, juga untuk menambah  ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta. Seperti yang kita tahu, saat ini Yogyakarta kekurangan ruang terbuka hijau. Bisa dibilang jumlahnya masih sangat terbatas.

Selain alasan tersebut ada pula alasan filosofis  terkait pemilihan Pohon Gayam. Pohon ini dianggap melambangkan ayem (tentram). Sehingga diharapkan adanya Pohon Gayam ini nanti dapat dijadikan simbol ketentraman di Yogyakarta.

Sudah tidak sabar nih rasanya melihat wajah baru Pedestrian Malioboro. (Sije)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply