Gowes Heritage Meriahkan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212

Peserta Gowes Heritage (sumber gambar : sastimes.com)
Peserta Gowes Heritage (sumber gambar : sastimes.com)

Kota Yogyakarta sebagai salah satu “kota tua” di Indonesia menyimpan aneka peninggalan sejarah. Wujudnya bisa beragam, mulai bangunan berupa candi dari masa sebelum masa Kesultanan Islam, hingga bangunan cagar budaya yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Bukan hal mustahil, karena  pendiri Kerajaan Mataram Islam Sri Sultan Hamengku Buwono I sendiri memiliki sebutan “a great builder” atas jasanya membangun beberapa bangunan yang hingga saat ini masih kokoh berdiri. Sebutan ini membuat Sri Sultan Hamengku Buwono I sejajar dengan Sultan Agung dalam hal memajukan pembangunan.

Melihat hal tersebut, belum lama ini, Kadipaten Pakualaman menyelenggarakan Gowes Heritage. Setidaknya sebanyak 1500 goweser turut serta meriahkan acara ”Gowes Heritage” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212. Acara yang berlangsung pada Ahad (11/3/2018) kemarin sukses menyedot perhatian para penggemar olahraga sepeda. Terbukti bahwa lebih dari smeinggu sebelumnya, pendaftaran pesserta sudah ditutup karena begitu banyaknya masyarakat yang ingin berpartisipasi.



Bersepeda menelusuri bangunan bersejarah

Diawali dari Alun-Alun Sewandanan Pakualaman, para peserta diajak untuk menelusuri bangunan-bangunan bersejarah yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Rute yang ditempuh peserta antara lain Tamansiswa, Jokteng, Jalan Parangtritis, Situs Umbulharjo, dan Jalan Kusuma Negara .Disampaikan oleh KPH Indrokusumo selaku ketua panitia, “Kegiatan ini berupaya untuk mengenalkan bangunan heritage atau cagar budaya yang ada di Yogyakarta melalui bersepeda.”

Bukan hanya diikuti oleh orang dewasa saja, peserta anak-anak terlihat ikut serta ambil bagian mensukseskan acara. Beberapa diantaranya sengaja menggunakan kostum-kostum khas yang unik, meski sebenarnya panitia sudah menyediakan kaos seragam khusus. Jenis sepeda yang digunakan oleh peserta juga beragam, bukan hanya sepeda yang modern, terlihat diantara beberapa peserta mengendarai sepeda onthel.  Ketika sampai di beberapa bangunan cagar budaya, terlihat beberapa peserta berhenti sejenak untuk sekedar mengambil gambar dengan gawai atau menyempatkan untuk mampir melihat-lihat.

Gowes heritage 2018 ini sendiri merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah sebelumnya pada tahun yang lalu juga diselenggarakan acara serupa. Tahun ini, selain kaos, para peserta juga mendapat kesempatan untuk memenangkan beberapa hadiah, salah satunya paket umroh gratis bersama Paksi Tour and travel. (Sije)



Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply