Bantul dan Kulon Progo, Bersiap Menjadi Silicon Valley-nya Indonesia

silicon_valley
silicon_valley

Kemajuan pembangunan khususnya dibidang industri pariwisata di Yogyakarta semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini terbukti dengan semakin banyaknya bangunan-banguna baik itu fasilitas umum, maupun café-café yang berlatar budaya muncul di Yogyakarta. Hal ini tentu akan lebih berkembang lagi, bila silicon valley-nya Yogyakarta sudah siap digunakan.

Apa itu silicon valley? Silicon Valley merupakan tempat industri kreatif yang terdapat di Amerika Serikat. Sedikit mengadaptasi dari tempat ini, di Yogyakarta tepatnya di Dusun Cikal, Srimulyo, Piyungan, Bantul dan Sentolo, Kulon Progo, akan dibangun kawasan serupa. Dilansir dari antaranews.com, Asisten Bidang Perekonomian dan pembangunan Setda DIY, Budi Wibowo menyampaikan, “Kita akan menyiapkan dua lokasi itu sebagai Silicon Valley-nya Indonesia.”



Lebih lanjut, menurutnya rencana penetapan dua lokasi ini sudah lama masuk dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Bantul maupun Kulon Progo. Di Piyungan sendiri, saat ini lahan yang disiapkan untuk membuat silicon valley mencapai luas kurang lebih 335 hektare, sedangkan di sentolo hanya sekitar 50 hektare.

Ia menambahkan, dua tempat ini akan disiapkan untuk implementasi program Kemudahan Langsung Investasi Konstruksi (KLIK). Daerah Piyungan ini nantinya akan diarahkan untuk pengembangan industri kreatif seperti animasi, start-up, perfilman, kuliner, fashion, dan kerajinan lain. Wacana ini rencananya akan direalisasikan bulan Maret mendatang dan dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id, saat ini tercatat sebanyak 525.395 UMKM berkembang di DIY. Jumlah ini mendominasi pertumbuhan sektor ekonomi DIY bahkan mencapai angka 98,4%.  Saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyakini bahwa dua kawasan yang sedang disiapkan ini, nantinya akan dapat menyerap puluhan ribu tenaga kerja. “Saya yakin puluhan ribu tenaga kerja kalau benar-benar full, tapi ini kan bertahap,” ujar Kepala Perindustrian dan Perdagangan DIY Tri Saktiyana, seperti yang dikutip dari tempo.co.

Tri menambahkan, nantinya berbagai produk seperti kerajinan fashion, animasi, hingga permainan (game animasi), ynag berkembang di dua kawasan industry ini, akan diarahkan untuk menembus pasar ekspor dengan menerapkan sistem fair trade atau perdagangan yang berkeadilan. (SJ)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply