Selamat! Cochrane Indonesia telah Diresmikan

Peresmian Cochrane Indonesia di UGM
Peresmian Cochrane Indonesia di UGM

Bertempat di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Cochrane Indonesia resmi diluncurkan. Cochrane sendiri merupakan organisasi peneliti independen global yang memiliki tujuan peningkatan bukti dalam mengatasi masalah kesehatan. Peresmian organisasi bergengsi di Asia Tenggara ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis FKKMK UGM yang ke-72 pada Senin (5 Maret 2018) kemarin. Hadir sekaligus menandatangani prasasti peresmian, Dekan FKKMK UGM saat ini Prof.dr.Ova Emilia,M.Med,Ed.,Ph,D.,SpOG(K), Dekan FK Universitas Indonesia Dr.dr. Ari Fahrizal Syam,Sp.PD-KGEH,MMB., serta CEO Global Cochrane, Mark Wilson. Pada kesempatan itu, beberapa pejabat tinggi juga turut mendampingi, seperti Prof. Ir.Panut Mulyono,M.ENg., Ph.D selaku rektor UGM, serta Prof. Ali Ghufron Mukti, selaku Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti.

Hadirnya Cochrane Indonesia ini merupakan salah satu hasil dari kerja sama antara UGM dan UI selama 8 tahun terakhir. Dilansir dari ugm.ac.id, peluncuran Cochrane Indonesia ini menurut Dr. Detty Nurdianti., Ph.D., Sp.OG., merupakan salah satu langkah kemajuan yang cukup signifikan dalam perkembangan pelatihan dan penelitian kesehatan nasional. Lebih jauh, dalam konfrensi pers yang dilakukan di gedung FKKMK UGM, Ia juga mengatakan bahwa Cochrane Indonesia menghadirkan penelitian terkait ilmu kesehatan dengan berbasis bukti (evidence base).



Sejak 2004 Detty bersama tim berupaya melakukan peningkatan peran serta dampak pelaksanaan kesehatan berbasis bukti dalam praktik sehari-hari. Disamping itu, edukasi serta pelatihan dalam rangka pembentukan kebijakan publik terkait hubungan kesehatan ibu dan anak juga telah Ia lakukan.  “Harapannya, akan ada lebih banyak upaya bersama untuk memastikan kesehatan berbasis bukti dalam setiap aspek penelitian, pelayanan, dan kebijakan kesehatan di Indonesia,” tuturnya seperti yang dikutip dari ugm.ac.id.

Pada kesempatan ini, hadir pula kepala Pusat Afiliasi Cochrane Indonesia, Prof. Siti Setiati. Ia menyatakan bahwa selama ini informasi dari Cochrane sudah banyak digunakan oleh para ahli, pemerintah, pembuat kebiajkan, dokter, dan berbagai professional kerja di bidang kesehatan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bukti-bukti dari Cochrane ini digunakan untuk mendukung keputusan medis saat membuat kebijakan dan pedoman kesehatan pasien, imbuhnya.

Saat ini, Cochrane Indonesia telah resmi dan berpartisipasi aktif dalam jaringan Cochrane Clobal di London yang terdiri dari 38 ribu orang dari 130 negara di dunia. Tim yang berada di dalam Cochrane Indonesia saat ini terdiri dari para ahli yang berasal dari UGM dan UI. Kedepannya, tim ini akan menggandeng Kementrian Kesehatan untuk memberikan informasi kebijakan baru, serta melakukan pelatihan bagi tenaga medis dalam menerapkan ilmu kesehatan berbasis bukti. (Sije)



RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply