Ada Serangan Umum di Museum Benteng Vredeburg

Teatrikal serangan umum 1 Maret di Benteng Vredeburg
Teatrikal serangan umum 1 Maret di Benteng Vredeburg

Tanggal 1 Maret memiliki ikatan kuat dengan Kota Yogyakarta. Pata tanggal ini, di sebuah pagi 69 tahun yang lalu segenap angkatan bersenjata Indonesia melakukan penyerbuan terhadap penjajah Belanda yang waktu itu kembali menjajah Indonesia usai mundurnya Jepang. Menggunakan tanda berupa bunyi dari sirine gaok yang berada tidak jauh dari lokasi penyerbuan yakni di kawasan Pasar Beringharjo, para pahlawan angkat senjata di pagi hari buta demi merebut kembali Yogyakarta.

Melihat hal tersebut, maka tidak heran kalau setiap tanggal ini, beragam perayaan dan selebrasi digelar. Mulai dari yang khidmat seperti upacara bendera hingga tirakatan, hingga beragam acara yang meriah seperti seminar, pameran, pawai, hingga aksi teatrikal. Seperti yang terjadi pada hari ini, Ahad 4 Maret 2018, beberapa orang yang tergabung dalam komunitas sejarah berperang melawan Belanda. Suara sirine gaok meraung-raung memecah udara. Dentuman berkali-kali terdengar. Takbir dan pekik merdeka susul menyusul terdengar dari berbagai penjuru. Para aparat TNI dan masyarakat saling bantu mengusir penjajah Belanda. Ada apa? Apakah Belanda berani datang kembali ke Indonesia?



Tidak. Beragam serangan senjata tersebut , tidak lain dan tidak bukan merupakan aksi teatrikal dalam rangka rangkaian peringatan Serangan Umum 1 Maret. Aksi reka ulang ini mendapat perhatian tersendiri dari masyarakat dan wisatawan yang kebetulan berada di kawasan Benteng Vredeburg. Para pemain aksi teatrikal mengenakan pakaian seperti pejuang RI jaman dulu. Suara dor dor petasan membuat seolah suasana tersebut asli mencekam.

Umar Priyono selaku Kepala Dinas Kebudayaan DIY menceritakan bahwa saat terjadi serangan waktu itu, bukan hanya pemerintah yang dalam hal ini TNI yang terlibat, melainkan rakyat biasa juga ikut berjuang mengusir penjajah. Lebih lanjut, mengenai event-event seperti ini, Ia mengatakan bahwa kegiatan bertajuk sejarah seperti ini banyak menarik perhatian dari para wisatawan. Ia juga berharap, Benteng Vredeburg mampu menjadi magnet dan menjadi daya tarik dengan mengadakan event-event yang mengandung unsur sejarah dan budaya. Selain aksi teatrikal, peringatan serangan umum 1 Maret hari ini juga diwarnai dengan pawai di sepanjang Jalan Malioboro dari berbagai elemen masyarakat. (Sije)



RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply