Gelar Seni Tradisi Sepanjang Tahun Hadir Kembali di Taman Budaya Yogyakarta

Gelar_seni_sepanjang_tahun_yogyakarta_2018
Gelar_seni_sepanjang_tahun_yogyakarta_2018

Setelah bulan lalu  tidak ada kabarnya, gelar seni tradisi sepanjang tahun hadir kembali di tahun 2018 ini. Gelaran yang rutin diadakan setiap bulan di halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY) ini selalu menghadirkan aneka kesenian khas Jawa khususnya Daerah Istimewa  Yogyakarta. Menggunakan panggung yang selalu tersedia di halaman TBY, aneka seni pertunjukkan dibawakan oleh grup-grup seni masyarakat.  Sebagian besar merupakan seni tradisional, namun terkadang seni modern seperti khasidahan juga turut meramaikan kegiatan.

Seperti pada waktu-waktu sebelumnya, gelaran ini selalu diselenggarakan pada pekan ketika setiap bulannya. Para penampil bergantian untuk unjuk kemampuan. Setiap bulan atraksi seni yang ditampilkan berubah-ubah. Tergantung jadwal yang disusun panitia. Pada bulan ini, hari pertama tanggal 17 Februari 2018, 4 grup seni berkesempatan untuk unjuk kemampuan. Keempat grup seni ini diambil dari dua kabupaten di DIY, yakni Gunung Kidul dan Kulon Progo.



Mengawali gelar seni bulan ini, Tari Angguk Anak dari Kulon Progo tampil memukau. Tari Angguk meruapakan salah satu tari tradisional khas Kulon Progo. Biasanya dipentaskan pada upacara-upacara adat daerah. Biasanya dimainkan oleh perempuan. Namun pada kesempatan lain, tarian ini juga dimainkan oleh anak-anak atau laki-laki. Seperti pada akhir tahun kemarin, sekelompok laki-laki yang tergabung dalam sebuah grup seni membawakan Tari Angguk dalam gelar seni  sepanjang tahun di tempat ini.

Usai kesenian Angguk Anak, grup Jathilan dari Gunung Kidul unjuk kemampuan dalam berseni. Seperti yang banyak kita tahu, jathilan merupakan satu kesenian yang kini sudah mulai tersingkirkan. Daerah yang masih melestarikan kesenian ini adalah Gunung Kidul. Pada beberapa acara, seperti rasulan (bentuk syukur atas panen raya), kesenian ini masih sering dimainkan di desa-desa di Gunung Kidul.  Kini, untuk melestarikan dan mengenalkan kesenian ini, jathilan kembali hadir di tengah Kota Yogyakarta dalam gelar tradisi sepanjang tahun 2018.

Penampilan selanjutnya masih dari Gunung Kidul, dengan pentas Kethek Ogleng. Menceritakan kethek atau kera putih yang sedang mencari titisan seorang Dewi yang turun ke muka Bumi. Ditengah perjalanannya Ia bertemu dengan seorang perempuan yang menarik hatinya bernama Endang Lorotompe. Namun sayangnya Ia tidak mau diperistri oleh si kethek. Dari sini mulailah konflik yang dikemas dengan cara asyik dan menarik. Penampilan grup ini semakin asyik dinikmati dengan guyonan-guyonan yang dilemparkan hingga membuat penonton ger-geran.

Gelar seni tradisi sepanjang tahun ini diadakan selama dua hari (sabtu dan ahad) setiap pekan ketika tiap bulannya. Sedikitnya 8 grup kesenian akan unjuk kemampuan dalam cara yang terbuka untuk umum dan gratis ini. Apabila anda sedang berkunjung ke Jogja, pastikan untuk sejenak melihat gelar tradisi ini.  (Sije)



Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply