Menikmati Sensasi Memetik Buah Apel di Kota Batu Malang

Memetik apel di kebun apel
Memetik apel di kebun apel

Batu awalnya adalah sebuah daerah di bawah kabupaten Malang. Namun sejak 17 Oktober 2001, Batu memisahkan diri dari kabupaten Malang dan ditetapkan sebagai sebuah kotamadya di bawah provinsi Jawa Timur.

Sejak dulu, Batu dikenal sebagai kawasan wisata. Berada pada ketinggian 700 m s/d 1.700 m, menyebabkan Batu menjadi sebuah daerah beriklim sejuk. Jika masyarakat Jakarta punya Bogor sebagai tetangga beriklim sejuk tempat “ngadem” di hari libur, maka masyarakat Malang pada khususnya dan jawa Timur pada umumnya memiliki Batu sebagai “bogornya” mereka.



Salah satu paket wisata menarik saat berkunjung ke kota Batu adalah wisata memetik apel langsung di kebun apel. Jika kita berkunjung ke Batu memanfaatkan travel atau rental kendaraan, sopir travel/rental kendaraan biasanya sudah tahu rekomendasi tempat wisata memetik apel.

Apel Malang sejak dulu telah terkenal, sebagaimana kita juga mengenal Jeruk Bali, Jambu Bangkok, Pisang Ambon, dan sebagainya. Namun tidak sebagaimana aneka buah itu, apel malang tidak mudah tumbuh di tempat yang lain, karena buah apel hanya cocok tumbuh di daerah beriklim sejuk di kawasan  ketinggian tertentu.

kebun buah apel di perbukitan di Batu Malang
Kebun buah apel di perbukitan di Batu Malang

Warna apel Malang adalah hijau, dengan daging buah yang relatif lebih keras dibanding apel lainnya misalnya apel kalifornia.

Di daerah Batu, banyak terdapat perkebunan apel yang dikelola warga. Kebun –kebun ini berada di kawasan perbukitan yang sejuk dengan pemandangan yang menawan.

Memasuki kebun apel, kita akan disuguhi ratusan pohon apel yang tumbuh subur, sebagian sedang berbunga dan sebagian lagi sudah siap dipanen buahnya. Buah-buah apel itu sangat mudah dijangkau dengan tangan tidak memerlukan alat bantu. Berada di tengah –tengah kebun apel ini sensasinya luar biasa, udara yang segar yang bisa kita hirup, buah apel yang fresh langsung dari pohonnya, dna hijaunya dedaunan pohon apel, beban-beban kita sehari-hari karena pekerjaan dan rutinitas menjadi hilang seketika.



Sebelum masuk ke kebun apel, biasanya kita akan dimintai untuk membayar tiket  masuk, kemudian diberi tempat khusus untuk menampung apel yang kita petik. Kita bisa menikmati seharian di kebun apel tanpa ada tambahan biaya. Adapun apel-apel yang kita petik, nantinya akan ditimbang kemudian kita harus membayarnya dengan biaya perkilo yang sudah ditentukan.

Perjalanan menuju ke Batu

Menuju ke kota Batu, bukan hal yang susah. Kita bisa naik kereta, bus, mobil, bahkan pesawat. Jika kita dari Jogja, kita bisa mencoba menaiki kereta ekonomi AC Malioboro Express, kereta ini mengakhiri perjalanannya dari Jogja di Stasiun Malang. Jika ingin naik pesawat, kita juga bisa naik dari bandara Adisucipto Jogjakarta untuk kemudian turun di bandar udara Abdul Rachman Saleh di Malang.

bunga pohon apel
Bunga pohon apel

Untuk sampai ke Batu, dari stasiun Malang maupun dari bandar udara Abdul Rachman Saleh, kita masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit. Ada banyak taksi atau rental kendaraan di kota Malang yang bisa mengantar kita ke kota Batu.

Dimana kita tinggal di Batu ? Jangan khawatir. Di Batu banyak penginapan, mulai dari hotel berbintang, hotel melati, hingga guest house. Tidak perlu mencari hotel yang ada ACnya, karena tinggal di kota Batu udaranya sudah sangat sejuk dan dingin, bahkan sampai ke dalam kamar hotel.

Jika ke Batu, jangan lupa mampir ke banyak objek wisata alam lainnya, misalnya air terjun Coban Rondo. Dijamin nggak kalah keren dengan sensasi memetik buah apel. So, pingin ke Malang ? Pastinya J  (DN)

 



RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply