Mengenal Kampung Jogokariyan, Kampung Islami dengan Panji Papasan

kampung_jogokariyan (sumber gambar : FP Masjid Joogokaryan)
kampung_jogokariyan

Bicara tentang Jogja, bukan hanya tentang budaya atau kuliner legenda. Tapi juga tolenransi beragama. Islam sebagai salah satu agama yang begitu erat hubungannya dengan sejarah Jogja berkembang dengan baik di kota ini. Membaur dengan budaya yang terus terjaga. Beberapa masjid bahkan menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi. Selain karena sejarah panjangnya, juga karena kegiatannya yang berkualitas. Salah satunya Masjid yang berada di kawasan Jogokariyan.

kampung_masjid_jogokariyan_suasana_masjid
kampung_masjid_jogokariyan_suasana_masjid (sumber gambar : FP Masjid Joogokaryan)

Namun, siapa sangka, Jogokariyan ternyata bukan hanya tentang perkembangan dakwah agama, namun juga tentang sejarah pasukan Keraton Yogyakarta atau biasa disebut dengan Bregada. Jogokariyan berasal dari kata Jagakarya. Nama ini berasal dari dua kata, jaga dan karya. Jaga merupakan bahasa Sansekerta yang artinya menjaga. Sedang Karya diambil dari bahasa Kawi yang artinya tugas atau pekerjaan. Dari arti katanya, secara filosofis Jagakarya dimaknakan sebagai pasukan yang mengemban tugas untuk menjaga dan mengamankan jalannya pelaksanaan pemerintahan kerajaan.



Sama seperti pasukan atau bregada lainnya, Jagakarya juga memiliki panji-panji/bendera/dwaja. Panji-panji prajurit Jagakarya disebut dnegan Papasa. Berwarna dasar merah dengan bentuk empat persegi panjang. Pada bagian tengahnya terdapat lingkaran berwarna hijau. Konon, kata Papasan diambil dari nama tumbuhan atau burung papasan. Namun ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa papasan diambil dari kata dasar papas. Seperti yang dilansir dari situsbudaya.id, Papasan berasal dari kata dasar papas menjadi amapas yang berarti menghancurkan (Wojowasito, 1977:190). Dari hal ini, secara filosofis papasan dapat diartikan sebagai pasukan pemberani yang dapat menghancurkan musuh dnegan semangat yang teguh.

Saat ini Kampung Jogokariyan, berada dalam wilayah administratif Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Salah satu bangunan yang cukup ikonik di kampung ini adalah Masjid Jogokariyan yang selalu dipadati oleh jamaah pada bulan ramadhan. Bahkan kegiatan keagamaan disini (Kampoeng Ramadhan Jogokariyan) dijadikan sebagai salah satu agenda wisata religious di Provinsi DIY. Hal ini karena setiap momen bulan suci umat islam, masjid ini selalu ramai. Bukan hanya masyarakat Jogja, namun juga masyarakat luar Jogja yang penasaran seperti apa rasanya menikmati sore dan berbuka puasa ala Masjid Jogokariyan. (SJ)



RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply