Klithikan: Sebuah Kritik untuk Kaum Elit

pasar_klithikan_pakuncen (sumber gambar : infojogja.com)
pasar_klithikan_pakuncen (sumber gambar : infojogja.com)

Bagi warga asli Jogja atau yang lama berdomisili di Jogja, pasti sudah pernah mendengar istilah Klitikan. Untuk yang tidak tahu, di Jogja terdapat satu pasar, namanya Pasar Klitikan. Dulunya stigma miring sering disematkan pada tempat ini. Mulai dari tempatnya barang KW, hingga tempatnya penadah barang curian berjualan.

Sebelum menjadi nama pasar, Klithikan sendiri sebenarnya merupakan sebutan bagi para pedagang yang menjual aneka ragam barang bekas. Biasanya merek ini berjualan di pinggir-pinggi jalan atau trotoar. Istilah klithikan mulai dikenal di Jogja akhir tahun 60-an. Konon, pada awal tahun 70-an, disekitar kawasan wisata Tamansari banyak penjual klithikan. Para penjual ini biasa menjajakan barang dagangannya hanya beralaskan koran atau kain bekas dengan penerangan lampu teplok (lampu dengan bahan bakar minyak tanah).




 

Penjual klithikan ini sempat menghilang. Namun saat krisis ekonomi  melanda Indonesia pada tahun 1998, fenomena ini muncul kembali. Beragam barang dijual oleh pedagang klithikan, mulai dari elektronik, konveksi, sepatu, hingga onderdil sepeda motor. Dulu fenomena klithikan menyebar di beberapa tempat, antara lain kawasan Jl, Mangkubumi, kawasan Asem Gede, serta Alun-alun Selatan. Pasar Klithikan di kawasan Asem Gede dan Alun-alun Selatan biasa  buka pada pagi sampai siang hari. Sedang untuk yang berada di kawasan Mangkubumi, Klithikan buka sore sampai malam hari.

Munculnya fenomena Klithikan di Jogjakarta sebenarnya ada tujuannya. Ini merupakan sebuah kritik tajam dari masyarakat kecil untuk kaum elit. Terlebih di waktu itu, ketika perekonomian begitu sulitnya. Masyarakat yang terbiasa dengan harga murah, dikagetkan dengan olengnya perekonomian negara yang menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kini Klithikan sudah ditertibkan. Sejak 11 November 2011, dengan diresmikan oleh Menteri UKM dan Koperasi kala itu, Pasar Klithikan di Jogja hanya tinggal satu, yakni Pasar Klithikan Pakuncen yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto No.84 Kuncen, Kota Yogyakarta. Pasar ini buka mulai pukul 10.00 -22.00 WIB. (SJ)



Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply