Pohon 5 Abad, Saksi Kejayaan Utsmaniyah

Pohon 5 Abad, Saksi Kejayaan Utsmaniyah
Pohon 5 Abad

Mengunjungi kota tua Istanbul, jangan lewatkan untuk mampir ke Topkapi Palace. Istana megah yang dulu menjadi kediaman keluarga kesultanan Turki Utsmaniyah. Kini tempat ini sudah beralih menjadi museum yang menyimpan benda-benda pada masa kejayaan Islam hingga peninggalan para nabi dan sahabat. Disini, bukan hanya bangunan dan benda-benda mati saja yang ada sejak jaman Turki Utsmaniyah, namun juga makhluk hidup yang masih gagah perkasa “menjaga” di gerbang keluar istana ini.

Konstantinopel, sebelum berganti nama menjadi Istanbul, merupakan kota yang menjadi mimpi Rasulullah untuk ditaklukkan. Beberapa kali pemimpin Islam setiap masa kekhalifahan mencoba untuk menaklukkannya, namun tidak membuahkan kemenangan. Hingga Sultan Mehmet II hadir bersama pasukan terbaik, berhasil menaklukkan kota itu pada tahun 1453 M. Hingga tahun 1470an, beliau membangun Topkapi Palace yang menjadi kediaman keluarga kesultanan masa itu.

Pohon 5 Abad

Masuk ke dalam istana ini, pengunjung harus melalui dua gerbang utama. Setelahnya, pengunjung akan disambut oleh taman asri dengan pohon-pohon berjajar rapi sepanjang jalan aspal menuju bangunan utama. Di antara pohon-pohon itu, ada satu pohon yang begitu fenomenal karena menjadi saksi hidup, masa kejayaan kesultanan Turki Utsmaniyah.

Pohon ini dipercaya sebagai makhluk hidup yang masih tegak sejak jaman Turki Utsmaniyah menguasai kota ini. Bisa dibayangkan kan sudah berapa tahun usianya? Jarak pembangunan istana dari tahun 1470 hingga masa sekarang 2017, sudah sekitar 547 tahun. Pohon tua ini menjadi saksi perjuangan Muhammad Al-Fatih dan pasukannya. Meskipun sudah berusia ratusan tahun, ia masih tegak berdiri.

Diameter pohon ini  kurang lebih 80-100 cm. Batangnya yang berwarna cokelat muda, menopang ranting dan daun-daun yang tersisa sedikit di atasnya. Letaknya tidak satu kawasan dengan pohon-pohon lainnya di taman. Ia bisa dijumpai di dekat pintu keluar istana. Sayangnya, pohon ini tidak memiliki catatan sebagaimana benda-benda yang dilindungi di dalam bangunan museum. Sehingga, jika pemandu wisata tidak menjelaskan, pengunjung juga tidak akan mengira bahwa pohon ini menyimpan cerita kejayaan Islam.

Pohon ini dilindungi oleh pita di sekelilingnya, yang mencegah pengunjung agar tidak terlalu dekat. Namun meski begitu, masyarakat Turki menganggap pohon ini pohon biasa. Tidak ada dianggap sakral atau semacamnya.  (AL)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply