UGM Punya Museum :Dari Sejarah, Penemuan, Hingga Ruang Singgah Obama

Museum UGM
Museum UGM

Satu lagi bangunan bersejarah melengkapi khasanah keilmuan di Yogyakarta. Museum UGM. Dilihat dari namanya, sudah pasti bisa dipastikan museum ini berisikan benda atau barang-barang yang berkaitan erat dengan UGM. Berlokasi di kompleks Universitas Gajah Mada, Bulaksumur, Blok D-6 & D-7, Depok, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, museum ini bisa jadi salah satu pilihan tepat untuk wisata edukasi bersama anak-anak.

Secara kenampakannya, museum ini terlihat begitu vintage. Sebab, bangunan yang digunakan merupakan bangunan tua yang memberikan kesan rumah jaman dulu. Lantainya saja masih menggunakan tegel warna abu-abu tua. Ruangan-ruangan di dalamnya juga masih asli. Khas bangunan jaman dulu, rumah besar dengan kamar-kamar yang cukup luas.

Ruangan koleksi Prof. Dr. Sardjito
Ruangan koleksi Prof. Dr. Sardjito

Namun sayangnya, minat generasi muda untuk berkunjung ke museum masih harus ditumbuhkan lagi. Terbukti dari jumlah pengunjung museum selalu bisa dihitung jari. Menurut Uun, edukator museum UGM, hingga saat ini pengunjung masih belum cukup banyak. “Ya paling maksimal seari 10 Mbak. Tapi seringnya ya 5 orang. Ya soalnya koleksinya juga belum banyak. Mungkin masih belum banyak yang tahu juga.”

Masuk ke dalam museum, pengunjung akan disuguhi aneka informasi yang berkaitan dengan sejarah dan penemuan yang pernah dilakukan oleh civitas akademika UGM. Mulai dari Prof. Sardjito , merupakan salah satu tokoh generasi awal berdirinya UGM, hingga kiprah karya mahasiswa untuk masyarakat. Terdapat juga sejarah perjalanan pendirian UGM. Disana tertulis “UGM merupakan universitas swasta nasional pertama di Indonesia, Universitas merdeka rintisan Rakyat,  bukan pemerintah Belanda”. Setidaknya itulah tekad para pendirinya ketika melakukan pertemuan di Gedung SMT Kotabaroe, 24 Januari 1946. Hingga kemudian tanggal 17 Februari 1946 ditetapkan sebagai hari resmi berdirinya, sedangkan akta pendirian wakafnya ditandatangani tanggal 28 Februari 1946 di Surakarta.

 

Fisik Bangunan Museum

Museum UGM Terdiri dari dua rumah. Rumah pertama hampir semuanya menceritakan sejarah dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pendirian UGM. Juga kiprah tokoh-tokoh tersebut

Penemuan mahasiswa UGM
Penemuan mahasiswa UGM

dalam menemukan karya-karya yang bermanfaat untuk masyarakat. Kemudian, bergeser ke utara, terdapat satu ruangan khusus yang berisi mobil kuno peninggalan Prof. Koesnadi, rektor UGM masa jabatan 1986-1990.

Masuk ke rumah yang kedua, disini banyak diceritakan karya-karya mahasiswa yang pada masanya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah, karya mahasiswa pertanian yaitu alat penghalau hama tikus. Dilihat dari gambarnya, cara kerjanya semacam alat fogging yang mampu menyemburkan asap.

Pada rumah kedua ini terdapat juga satu ruangan khusus yang disebut dengan ruang Barry. Berisi satu set meja kursi, serta tempat tidur untuk satu orang lengkap dengan kasur dan bantalnya. Ruangan ini dulunya pernah disinggahi oleh mantan Presiden Amerika Barack Obama pada waktu kecil.

Ruangan Barry
Ruangan Barry

Selain benda-bendar bersejarah, terdapat juga foto-foto yang menunjukkan bahwa dulu Kampus UGM, bukanlah di Bulaksumur seperti sekarang ini. Melainkan di beberapa tempat, seperti kompleks Mangkubumen, Klaten, Kampus Siti Hinggil, serta Kampus Wijilan.

Museum ini melayani pengunjung dari jam 08.00-16.00 pada hari kerja saja. Hari sabtu-ahad museum tutup. Masuk ke museum ini, tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan. Gratis. Bahkan parkir pun tidak. Nah, bagi anda yang mungkin tertarik dengan dunia vintage, cobalah untuk berkunjung kemari. Selain bangunan museum yang unik, rumah-rumah dinas di sekitarnya juga masih asli. Suasana jaman dulu, masih begitu terasa.

Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, bisa naik trans Jogja. Turun di halte UGM. Kemudian masuk ke kompleks perumahan dinas UGM. Sedang bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, arahkan kendaraan anda masuk gerbang utama UGM, lurus ke utara. Ada belokkan pertama ke timur, belok dan ikuti jalan. Nanti akan terlihat sebuah rumah bertuliskan “Museum UGM”.

Mumpung masih gratis nih, kapan main ke museum UGM? (SJ)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply