Topkapi Palace di Istambul Turki, Tempat Benda-Benda Peninggalan Rasulullah

Topkapi Palace di Istambul Turki, Tempat Benda-Benda Peninggalan Rasulullah
Salah satu gerbang Topkapi Palace

Kota Istanbul Turki, bukan hanya tercatat sebagai kota indah dengan bangunan-bangunan peninggalan kejayaan Islam pada masa Turki Utsmaniyah. Miniatur Istanbul kerap disandingkan dengan bangunan Hagia Sophia, Selat Bophorus, atau Blue Mosque. Namun ternyata, ada satu lagi bangunan penting yang wajib kita lihat ketika berkunjung ke kota tua ini, yaitu Topkapi Palace.

Topkapi Palace

Topkapi Palace dibangun pada tahun 1470an. Merupakan istana terbesar yang dibangun pada kekhalifahan Turki Utsmaniyah oleh Sultan Mehmet. Benteng-benteng sepanjang 4-5 km ditambah pemandangan Laut Marmara dan Selat Bosphorus, menambah keapikan istana yang sudah diubah menjadi museum ini. Istana ini dulu digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarga kesultanan Turki Utsmaniyah sebelum pindah ke Dolmabahce Palace.

Masuk wilayah ini, pengunjung harus melalui pintu gerbang Bab i-Humayun. Setelah gerbang ini, akan tampak

salah satu ruangan di topkapi palace
salah satu ruangan di topkapi palace

taman asri dengan pemandangan laut Marmara. Setelahnya pengunjung melalui pintu gerbang kedua bernama Bab as-Salam, yang tampil persis seperti kastil di negeri dongeng.  Di gerbang inilah tempat pembayaran tiket masuk.

Ada salah satu ruangan penting yang berkubah bernama Holy Relics. Tempat penyimpanan beberapa benda peninggalan para nabi, keluarga, dan sahabat. Disini tersimpan berbagai macam pedang Rasulullah SAW. Jubah Nabi juga tersimpan rapi di dalam kotak logam. Bukan hanya itu, di rungan ini juga terdapat potongan jenggot Nabi Muhammad SAW, jejak kakinya, hingga Al-Quran tertua di dunia. Dalam etalase-etalase dan pita-pita pembatas, terdapat kunci-kunci ka’bah, wadah Hajar Aswad, kiswah, pedang para sahabat mulai dari Abu Bakar hingga Ali bin Abi Tholib, tongkat nabi Musa, sampai jubah Ali bin Abi Tholib dan Fatimah. Jiwa semakin mendalami makna kejayaan islam ketika mendengar lantunan ayat Al-Quran oleh seseorang di sebuah ruangan khusus di museum itu. Namun sayangnya ruangan ini dijaga ketat oleh petugas, sehingga tidak diperbolehkan memotret.

 

Kunjungan di kota tua Konstantinopel yang berganti nama menjadi Istanbul ini, tidak lengkap bila belum mengunjungi Topkapi Palace. Kunjungan pembangun jiwa dengan menyaksikan benda-benda peninggalan nabi dan para sahabat, tentu mampu menggetarkan hati muslim yang rindu dengan sosok hebat sepanjang jaman. (AL)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply