Congklak dan Mangala Permainan Tradisional Indonesia-Turki

Mangala, permainan tradisional khas Turki
Mangala, permainan tradisional khas Turki

Pernah dengar kata congklak? Kalau lahir dan besar di Jawa, kemungkinan besar tahu dan pernah bermain permainan ini. Congklak merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia. Dimainkan oleh dua orang. Rupanya, permainan semacam congklak juga menjadi permainan tradisional negara Turki. Namun mereka menyebutnya Mangala.

Perbedaan Congklak dan Mangala : Jumlah Lubang

Congklak dan Mangala meski memiliki kemiripan, namun keduanya memiliki perbedaan. Pertama, pada permainan congklak, satu papan terdapat 14 lubang dalam dua baris yang berhadapan dan dua lubang besar di sisi kanan kiri. Sementara mangala hanya terdiri dari 12 lubang dalam dua baris berhadapan dan dua lubang besar di sisi kanan kiri. Pada permainan congklak, setiap lubang diisi dengan tujuh biji. Namun pada mangala setiap lubang diisi dengan 4 biji saja.

Perbedaan Congklak dan Mangala : Cara Bermain

Congklak, permainan tradisional asal Indonesia
Congklak, permainan tradisional asal Indonesia (sumber gambar : wikipedia)

Kedua, cara bermain congklak adalah, salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan setiap biji ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya dengan berlawanan arah jarum jam. Bila biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi ke lubang lainnya. Bila biji terakhir masuk ke lubang besar miliknya, maka ia berhak melanjutkan dengan mengambil biji-biji lain dalam lubang kecil miliknya, dan mendistribusikan searah jarum jam.

Sementara pada mangala, pemain mendistribusikan keempat biji pertama searah jarum jam. Jika biji terakhir jatuh pada lubang besar miliknya, ia boleh melanjutkan permainan. Namun bila biji terakhir jatuh pada lubang kecil miliknya, maka ia berhenti memainkan.

Ketiga, aturan lain bermain congklak apabila biji terakhir habis di lubang kecil miliknya, ia dapat mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan untuk dimasukkan dalam lubang besar. Namun bila berhenti di lubang kecil sisi lawan, maka ia berhenti memainkan dan tidak mendapat apapun.

Sedang pada mangala, jika biji terakhir jatuh pada lubang lawan dan membentuk jumlah biji genap (2,4,6,dst), maka pemain dapat mengambil seluruh biji pada lubang milik lawan itu dan lubang miliknya tempat biji terakhir jatuh. Selain itu, bila biji terakhir jatuh di lubang kosong miliknya, ia dapat mengambil biji di sisi berlawanan dan mengambil biji terakhir yang jatuh di lubang kosong tersebut.

Keempat, pemenang pada permaian congkak adalah yang berhasil mengosongkan biji pada lubang kecil miliknya. Sementara pada mangala, pemenang adalah yang berhasil mengosongkan biji pada area miliknya, lalu ia berhak mengambil semua biji pada area lawan untuk dimasukkan pada lubang besar miliknya.

Keduanya memiliki persamaan dan perbedaan, bukan? Nah, kapan terakhir kali main congklak? Atau malah sudah lupa cara memainkannya? Yuk, ajak adik-adik kita bermain mainan tradisional. Agar tetap terjaga kelestarian permainan-permainan tradisional daerah di Indonesia. (AL)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply