Ngabuburit di Bulan Ramadhan

ngabuburit di masjid jogokaryan

Ramadhan, bulan yang istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini umat islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa. Indonesia dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia ini, juga menyambut bulan Ramadhan dengan istimewa. Banyak hal yang pada bulan lain tidak dilakukan, namun pada bulan ini digiatkan. Seperti berjamaah di masjid, khataman Alquran, mengadakan kajian rutin, hingga ngabuburit.

Ngabuburit merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Sunda yaitu burit yang artinya waktu menjelang sore. Kemudian dalam perkembangnnya, ngabuburit adalah aktifitas yang dilakukan seseorang ketika menunggu waktu berbuka. Meski berasal dari Bahasa Sunda, namun istilah ini sudah sangat umum di Indonesia.

Aneka Kegiatan Ngabuburit

Suasana menjelang magrib di timezone transmart Yogyakarta
Suasana menjelang magrib di timezone transmart Yogyakarta

Banyak kegiatan yang biasanya dilakukan muda mudi kekinian sambil menunggu buka puasa. Jalan-jalan di mall atau tempat wisata, mendatangi tempat kuliner, mengikuti kajian sebelum buka puasa di masjid dan lain-lain. Ada juga yang mengisi ngabuburit dengan hal yang tidak bermanfaat seperti hura-hura, melakukan hal yang melenakan seperti buka bersama namun melupakan salat magrib. Namun, dari semua itu, tetap ada pribadi-pribadi yang sibuk mengejar pahala di bulan yang mulia.

Sebut saja Nafi, seorang guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) di sebuah sudut Kota Jogja. Jika bulan-bulan lainnya, ia sibuk dengan kegiatan di kampus, maka pada bulan Ramadhan ini dia memilih menyibukan diri dengan mengajar TPA di sekitar tempat tinggalnya.

“Seneng aja. Seru pengalaman berbagi ilmu sama anak-anak. Nggak tiap hari dapat pengalaman seperti ini,” ujarnya. Nafi sendiri tidak tertarik untuk mengisi ngabuburit dengan jalan-jalan. “Bulan lain kan bisa jalan-jalan. Mumpung Ramadhan, bulan penuh berkah, nyari yang lebih bermanfaat lah.”

Nafi bersama dua temannya sering kewalahan mengatur anak-anak TPA yang jumlahnya lebih dari 20. Namun, itu tidak membuat Nafi kapok. Nafi terus melatih kesabaran ketika menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda itu. Baginya ini adalah pelajaran berharga. Semacam latihan, jika nanti ia telah memiliki anak sendiri.

Berbeda dengan Nafi, Tiwi, mahasiswa semester akhir sebuah universitas negeri di Yogyakarta memilih ngabuburit dengan mendatangi kajian-kajian di masjid sekitar kampusnya.

“Kadang di Masjid kampus UGM, kadang di Mujahidin UNY, kadang juga di Nurul ‘Ashri. Banyak sih. Selain dapat ilmu, juga dapat buka puasa gratis. Tapi bukan itu yang dicari kok,” ujarnya sambal tertawa.

Menurutnya, bulan Ramadhan adalah bulan yang menyenangkan karena masjid yang pada bulan lain sepi, akan sangat ramai di bulan ini. “Seneng. Kajiannya juga keren-keren. Kalau biasanya cuma dua kali seminggu, ini setiap hari. Seru pokoknya. Bermanfaat lagi. Dari pada hura-hura nggak jelas. Sayang waktunya.”

Seperti hadist yang diriwayatkan Ahmad, “Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga.”, jika ngabuburit hanya di isi dengan hura-hura bahkan melenakan ibadah, tentu akan sayang sekali. Jika ada pilihan ngabuburit bermanfaat, kenapa tidak? (DD)

RelatedPost

Be the first to comment

Leave a Reply