Donor Darah di Bulan Puasa

donor darah
Sumber: alodokter.com

Kebutuhan akan darah tak mengenal waktu. Karenanya penting untuk memastikan stok darah selalu aman. Namun, ada waktu-waktu tertentu jumlah donor darah menurun. Seperti ketika bulan Ramadhan.

“Otomatis menurun. Secara keseluruhan donor menurun karena puasa,” terang Saiman (51), Kepala Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Klaten ketika ditemui Senin siang (29/5/2017).

Meski menurun, Saiman mengaku stok darah di PMI Klaten masih tergolong aman. Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya stok darah biasanya menipis seminggu sebelum dan sesudah lebaran.

Bagi orang awam, ada keengganan menyumbang darah ketika berpuasa karena masalah kesehatan.

Basic (darah) kita diambil sekitar 300cc. Puasa itu kan secara logika hanya menggeser makan. Nanti ketika minum atau makan, volume akan pulih kembali,” imbuhnya.

Saiman menambahkan tidak ada aturan khusus untuk berdonor ketika berpuasa. Asal pendonor memenuhi aturan umum untuk donor darah, seperti kriteria berat badan, HB, dan tekanan darah.

Donor Darah Bulan Puasa

Selama bulan puasa, PMI Klaten menyiasati ketersediaan kantung darah dengan donor malam hari dan  merekrut pendonor non-muslim. Jumlah pendonor saat pagi sampai siang hanya sekitar 5-10. Sedangkan ketika malam bisa mencapai 25 pendonor.

PMI Klaten juga mengadakan kegiatan donor darah dengan bekerja sama dengan masjid atau organisasi di masyarakat. Kegiatan donor darah dilakukan setelah sholat tarawih. Setiap kali acara, sebanyak 40-50 kantong darah dapat terkumpul.

Dalam waktu dekat ini, PMI Klaten akan mengadakan kegiatan donor darah di Masjid Al Firdaus  Prambanan dan Masjid Al Jalal Pedan. (SR)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply