Empat Hal Penting Setelah Mendirikan Startup

sumber : Startuptalky.com
sumber : Startuptalky.com

Tren bisnis startup saat ini sedang digandrungi oleh kaum muda Indonesia. Mereka berlomba-lomba mendirikan bisnis startup mulai dari bidang kuliner, fashion, hobi, kecantikan hingga kesehatan. Banyaknya kaum muda yang mendirikan startup membuat bisnis ini terlihat seolah-olah mudah untuk dijalankan. Pada kenyataannya, menjalankan startup tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terdapat beberapa hal penting yang harus dilakukan agar bisnis rintisan nantinya menjadi bisnis sesungguhnya yang dapat menghasilkan keuntungan.

Validasi Masalah

“Pertama adalah validasi masalah. Apakah masalah yang coba kita selesaikan benar-benar valid, ada, dan butuh diselesaikan”, ujar Reno Prasasto (21), CEO Pijar Psikologi ketika ditemui di Innovative Academy Universitas Gadjah Mada, Kamis (27/4).

Masalah adalah berkah bagi pebisnis. Dengan adanya masalah, pebisnis mendapatkan peluang untuk menawarkan solusi berupa barang atau jasa. Masalah tersebut harus dipastikan benar-benar ada di masyarakat. Dan masyarakat tersebut merasa perlu untuk menyelesaikannya.

Solusi yang ditawarkan

Lalu langkah kedua adalah memastikan apakah solusi yang ditawarkan akan menyelesaikan masalah. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunduh aplikasi, pengunjung website, dan review mereka setelah menggunakan jasa yang kita tawarkan.

Profit

Setelah masalah valid dan solusi yang ditawarkan sudah menyelesaikan masalah, langkah selanjutnya ialah memastikan apakah orang-orang akan mau membayarnya. Meskipun masih rintisan, startup tetaplah bisnis yang tujuan utamanya  adalah mencari profit. Banyak founder yang terjebak di sini, terutama startup yang berawal dari ide sosial. Karena di awal sudah terbiasa bekerja tanpa untung, lalu lupa dengan tujuan utamanya mendirikan bisnis.

Seperti penuturan Dimas Ragil Mumpuni (25), co-founder Pasienia ketika ditemui di tempat yang sama, “kita usaha for profit, bukan non profit. Bukan project social by the way,  bukan yayasan meskipun latar belakangnya sosial. Untuk survive harus ada bisnis.”

Tidak terburu-buru mencari investor

Terakhir Reno menambahkan, jangan terburu-buru mencari investor. Bisnis yang dikembangkan harus dimatangkan terlebih dahulu.

“Menerima investor itu bukan hal mudah. Udah cukup besar atau belum untuk kita nyari investor. Tantangannya adalah memastikan dulu apakah ini memang akan digunakan oleh orang banyak, menghasilkan profit yang cukup banyak, sehingga (ada yang bisa) kita kasih ke investor.”

Startup memang bisa memperoleh pendanaan dari investor maupun dengan mengikuti kompetisi-kompetisi tertentu. Dana yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis rintisan.  Namun, kompetisi bisnis yang sesungguhnya bukan seperti itu. (SR)

Berita Terkait :

Be the first to comment

Leave a Reply